.

Inilah 3 Cara DKI Untuk Perbaikan Busway

Kamis, Oktober 27, 2011

Jakarta - Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperbaiki pelayanan angkutan umum terus dilakukan, termasuk menerapkan tiga langkah dalam meningkatkan manajemen Bus rapid transit (BRT) Busway.

Tiga langkah yang dilakukan Pemprov dalam perbaikan manajemen diantaranya adalah penambahan jumlah armada busway, penambahan pasokan bahan bakar gas dan sterilisasi jalur busway melalui peninggian separator. Menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, penerapan tiga langkah ini ditargetkan akan rampung pada akhir Desember 2012, sehingga terjadi peningkatan pelayanan busway di Kota Jakarta.

Lebih lanjut Udar mengatakan pihaknya akan mencanangkan tahun 2012 sebagai tahun perbaikan pelayanan dan manajemen operasional BRT Busway. "Dengan demikian diharapkan terjadi peningkatan pelayanan dan peningkatan peralihan dari kendaraan pribadi ke busway. Akhirnya kemacetan pun dapat diminimalisir. Paling tidak pertengahan tahun 2012 sudah terlihat perubahan dalam manajemen BRT Busway," ucap Udar, Kamis (27/10/2011).

Diungkapkan Pristono, untuk melakukan revitalisasi dan penataan manajemen busway sebagai transportasi massal unggulan, harus disusun solusi dari tiga masalah yang selama ini dihadapi dalam operasionalisasi busway. Ketiga masalah tersebut yaitu jumlah armada bus yang belum memadai, ketersediaan pasokan bahan bakar gas (BBG) yang belum memadai dan jalur khusus busway yang belum steril.

"Untuk ketiga masalah tersebut, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menyediakan tiga jalan keluar. Terkait masalah jumlah armada bus yang belum memadai, Dishub merencanakan akan melakukan penambahan armada bus di tahun 2011 sebanyak 44 unit bus gandeng, dengan rincian 21 unit untuk Koridor XI (Pulogebang-Kampungmelayu) dan 23 unit lainya digunakan sebagai armada tambahan bagi koridor-koridor lain jika mengalami kekurangan armada," jelasnya.

Sedangkan di tahun 2012, akan ada penambahan bus gandeng sebanyak 202 unit, dengan rincian 66 unit bus gandeng untuk koridor Koridor I (Blok M-Kota) dan Koridor VIII (Lebakbulus-Harmoni), 76 bus gandeng untuk koridor II (Harmoni-Pulogadung) dan Koridor III (Kalideres-Harmoni). Kemudian sebanyak 60 bus gandeng akan disiapkan Dishub DKI sebagai armada cadangan untuk melayani seluruh koridor busway.
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation