Momok akan anemia, gizi buruk, dan tubuh pendek terus menghantui anak-anak sekolah di Indonesia. Orangtua menjadi kunci penting untuk mengingatkan para tumpuan harapan bangsa ini untuk mengonsumsi jajanan yang sehat dan bergizi.
Nah, berikut beberapa trik jitu untuk menghindari terjadinya anemia dan gizi buruk pada buah hati Anda:
Maksimalkan pemberian ASI
Usahakan memberikan air susu ibu (ASI) sampai setidaknya anak berumur 12 bulan. Memang idealnya sampai 24 bulan atau 2 tahun. Ibu yang menyusui disarankan juga mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung zat besi.
Beri makanan yang bervariasi
Usahakan jenis makanan anak lebih bervariasi. Sertakan juga makanan yang mengandung banyak zat besi . Dari buah-buahan seperti apel, pisang, plum, dan aprikot. Zat besi dalam sayur-sayuran bisa Anda dapatkan dari asparagus, labu, brokoli, tumbuhan merambat , kacang meran dan biji-bijian.
Banyak konsumsi zat besi
Makan makanan yang banyak mengandung zat besi dan juga vitamin C. Hal ini akan membantu meningkatkan penyerapan zat besi.
Kurangi gula
Hindari gula atau kurangi gula,ini akan mengingkatkan penyerapan zat besi. sebaliknya, hindari makanan yang mengandung rasa asem karena akan menghambat penyerapan zat besi.
Konsumsi Zinc dan vitamin E
Mengkonsumsi makanan yang bermuatan kalsium, vitamin E dan zinc sebagai tambahan. Namun jangan di waktu yang bersamaan dengan konsumsi zat besi. Zat - zat di atas bagus untuk tubuh namun bisa mengganggu penyerapan zar besi.
Tambahkan sereal
Jika anak Anda sudah mendapatkan makanan tambahan, usahakan menambah sereal seperti bayam, kangkung, katuk dan sumber Zat besi lainnya dalam menu makanan padat yang diberikan.
Jangan lupa beri buah-buahan kering
Tmbahkan juga buah-buahan kering seperti kismin dan buah prem yang dikeringkan ke menu anak-anak.

0 komentar:
Posting Komentar