Fenomena ini terjadi saat Yupiter berada di posisi terdekat dengan Bumi atau oposisi Yupiter. Yupiter-Bumi-Matahari berada pada satu garis lurus dalam kejadian ini. Alhasil, Yupiter bisa dilihat dari Bumi.
Menurut Peneliti Senior Astronomi dan Astrofisika LAPAN Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, fenomena bisa dilihat dengan mata telanjang dengan medan pandang arah timur.
"Purnama Yupiter bisa dilihat mata telanjang, namun untuk melihat secara detail, harus memakai teleskop, makin canggih makin bagus,”
Menurut penuturan pria yang akrab disapa Thomas ini, pekan-pekan ini merupakan masa di mana Yupiter memasuki masa purnamanya. Dari Bumi, jika melihatnya dengan mata telanjang, Yupiter akan tampak seperti bintang yang sangat terang.
Namun, Thomas memperingatkan, karena saat ini memasuki musim penghujan, perlu diwaspadai awan yang bisa menggangu untuk melihat fenomena ini.
“Awan bisa mengganggu mereka yang ingin melihatnya. Namun, karena fenomena ini bisa dilihat dimana saja dan terjadi selama beberapa hari, pengamat bisa mencoba lagi,” ujarnya.

0 komentar:
Posting Komentar