Musisi yang belum lama ini berduet dengan Mulan di salah satu lagu berjudul 'Terbakar'itu menyarankan keluarga besar NU mendaftarkan kata Jihad sebagai Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKi).
"Agar kata Jihad tidak disalahartikan oleh sekelompok orang yang perbuatannya mengarah ke aksi terorisme," kata Dhani disela-sela mengikuti prosesi pemberangkatan Kirab Resolusi Jihad di Kantor PCNU Surabaya, Minggu (20/11/2011).
Kata Jihad menurut Dhani pertama kali dikenalkan oleh pendiri NU KH Hasyim Asyari. Menurut dia fakta sejarah itu harus dipatenkan. "Ini sejarah. Saya usul ke Cak Imin (Muhaimin Iskandar, Ketua Panitia Pengarah Nasional Kirab Resolusi Jihad) mendaftarkan kata Jihad ke HaKI agar tidak ada yang menggunakan selain NU," kata Dhani kepada wartawan di sela acara Kirab Resolusi Jihad di Kantor PCNU Kota Surabaya, Jalan Bubutan, Minggu (20/11/2011).
Dengan didaftarnya ke HaKI, Dhani menilai bakal tidak ada orang yang mengatakan Jihad dan disalahartikan makna Jihad itu oleh orang-orang yang perbuatannya
mengarah ke terorisme yang berdalih perbuatannya adalah Jihad.
"Ya. Maka dari itu, orang yang pertama kali menggunakan kata Jihad adalah KH Hasyim Asyari. Sejarah yang kita tahu," tutur alumnus SMAN 2 Surabaya ini.
Ia menceritakan, meskipun dari kecil mulai taman kanak-kanak (TK) hingga mengenyam pendidikan SMA di Kota Surabaya, Dhani tidak tahu bahwa Surabaya disebut sebagai Kota Pahlawan.
"Kenapa saya baru tahu setelah lulus SMA. Setelah saya besar, saya tahu banyak sekali pahlawan asal Surabaya," tuturnya.
Tidak hanya peristiwa saja yang menjadikan Kota Surabaya sebagai Kota Pahlawan. Tapi banyak orang-orang besar negeri ini yang lahir dari Surabaya seperti Bung Karno. "Banyak orang-orang besar seperti Bung Karno. Saya sangat bangga sekali dan selalu menjadikan catatan penting sejarah saya," katanya.
Kegigihan dan heroik para kyai, ulama dan pejuang yang melawan penjajah di Surabaya hingga terkenal peristiwa 10 November 1945, katanya juga membuat karakter dirinya. "Saya bangga menjadi arek Suroboyo," terangnya sembari memuji peran kiai dan ulama dalam perjuangan mengusir penjajah di masa lampau itu.

0 komentar:
Posting Komentar