Brothel Busters juga menemukan fakta, klub itu ingin dibayar dimuka sebesar 2.000 dollar Australia (Rp 18 juta) sebagai uang muka untuk mendapatkan layanan sang gadis yang disebut kuliah di Sydney University.
Seorang manajer di MyOutCall dan menyebut dirinya Duncan mengatakan bahwa ini tawaran yang tulus. “Ini sesuatu hal yang biasa di Sydney,” sembari menyatakan sudah ada dua peminat yang menginginkan keperawanan gadis berkewarganegaraan Cina itu.
Mengetahui itu, juru bicara Family Association sekaligus kepala peneliti, Tim Cannon,menyatakan jika ini mengembalikan manusia ke zaman perbudakan. “Ini jelas merusak masyarakat dan juga masalah kemanusiaan,” katanya.

0 komentar:
Posting Komentar