Ibrahimovich bergabung ke Barca pada tahun 2009, dengan harapan striker asal Swedia itu mampu menunjukkan sihirnya seperti saat di Inter Milan. Tapi dalam kenyataannya, Ibra malah tak berkembang di bawah asuhan Pep Guardiola.
Situasi tersebut kontan mengancam karier Ibrahimovic di tim Catalan. Ia pun langsung membahas hal ini dengan Rossell.
"Presiden mengatakan: 'Saya mengerti situasinya. Klub mana yang ingin Anda datangi?'. Saya menjawab: 'Real Madrid'. Kemudian Rosell mengatakan lagi: 'Itu tidak mungkin. Anda boleh pergi kemana saja, kecuali ke sana (Madrid)'," tulis Ibra dalam bukunya yang berjudul Jag Ar Zlatan Ibrahimovich, dikutip ESPN.
Dalam bukunya itu, Ibra juga membeberkan unek-uneknya selama bermain di Barcelona. Salah satunya adalah ketika ia dipaksa mencium logo Blaugrana saat melakukan selebrasi gol. Hal serupa pernah ia kemukakan ketika melakoni wawancara dengan harian Gazzetta dello Sport.
"Ciuman itu, mereka selalu memaksa saya untuk melakukannya. Mereka semua mengatakan: 'Cium logonya, cium'. Biasanya saya melakukan apa yang ingin saya lakukan, tapi saya begitu terharu karena telah bergabung dengan klub besar, berada di stadion besar. Saya melakukan apa yang semua orang perintahkan," tukasnya.
Lantaran tak kunjung mendapat tempat di Barcelona, pemain berjuluk Ibracadabra itu pun akhirnya dipinjamkan ke AC Milan pada tahun 2010. Di sana ia menunjukkan perkembangan yang signifikan dan akhirnya Rossoneri memutuskan untuk mempatenkan statusnya.

0 komentar:
Posting Komentar