Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan Indonesia menjadi negara termaju yang melaksanakan komitmen dunia Hyogo Framework for Action diantara lebih dari 100 negara.
Menurutnya Indonesia telah membangun Sistem Nasional Penanggulangan Bencana, mulai dari legislasi, kelembagaan, perencanaan, pendanaan dan pengembangan kapasitasnya agar penyelenggaraan penanggulangan bencana berjalan secara terpadu dan menyeluruh.
"Capaian pengurangan risiko bencana di Indonesia telah memberikan inspirasi bagi negara-negara berkembang yang rawan bencana untuk mengikutinya. Upaya membangun ketangguhan terhadap bencana di tingkat komunitas telah dilakukan oleh berbagai organisasi masyarakat," ujar Sutopo, Minggu (20/11/2011).
Dikatakannya, sistem peringatan dini untuk berbagai ancaman telah dibangun seperti sistem peringatan dini tsunami (INA TEWS), gunung meletus, banjir, dan tanah longsor. Di sektor pendidikan, upaya untuk mengutamakan PRB ke dalam pendidikan juga sudah dimulai sejak tahun 2008.
"Indonesia juga berpartisipasi dalam kampanye global "One Million Safe Schools and Hospitals", dimana sejumlah 13.500 sekolah dan 133 rumah sakit di Indonesia berkomitmen untuk membangun sekolah dan rumah sakit yang aman dari bencana," ucapnya.
Sutopo menambahkan, komitmen pemerintah untuk mengurangi risiko bencana juga ditandai dengan meningkatnya pendanaan untuk PRB dalam lima tahun terakhir. Menurutnya dana PRB yang meningkat secara signifikan yakni pada tahun 2010 sebesar US$ 2,14 juta, menjadi US$ 21,4 juta pada tahun 2011.

0 komentar:
Posting Komentar