Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk menambah sistem peringatan dini atau early warning sebanyak 10 titik. Namun, Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta belum dapat mengungkapkan titik lokasi mana saja yang nantinya akan dipasang sistem early warning.
Untuk menyediakan 10 sistem ini, Dinas PU berencana mengeluarkan anggaran sebesar Rp50 juta dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.
"Kalau ada peringatan misalnya sudah siaga dua di pintu air Manggarai, kami akan kasih tahu wilayah Jakarta Utara untuk bersiap-siap kalau banjir akan tiba," ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Tarjuki, di Jakarta, Kamis, 3 November 2011.
Saat ini, DKI telah memiliki 17 titik early warning dan penangkar hujan di beberapa waduk yang berada di beberapa wilayah Ibukota.
Beberapa di antaranya yakni Waduk Setiabudi, Waduk Melati, Pintu Air Manggarai, Istana Negara, Karet dan waduk-waduk di kawasan utara Jakarta.
"Contohnya peringatan dini di pintu air pasar ikan itu mengamati ketinggian air laut, mengukur masuk siaga berapa. Jadi semakin tinggi muka air di pintu air Pasar Ikan, kecenderungan tanggul rob jebol makin tinggi," jelasnya.
Tarjuki berharap hal tersebut tidak terjadi. Namun jika ada kecenderungan jebolnya tanggul laut, maka pihaknya akan mengevakuasi seluruh wilayah utara.
Tarjuki menuturkan, pihaknya tengah melakukan analisis terhadap pola lokasi hujan terkait penambahan titik-titik early warning.
Penanganan banjir yang ada di Jakarta, tambah dia, lebih difokuskan kepada pembangunan berkelangsungan, sehingga dampaknya akan lebih terasa dalam waktu lama.
"Kapasitas sarana dan prasarana penanganan banjir yang ada di ibukota sudah cukup baik. Tak ada negara yang dapat menghindari banjir. Yang dapat kami lakukan cuma bagaimana agar bisa memaksimalkan peringatan dini untuk menyelamatkan masyarakat lebih awal," ujarnya.
Dia menambahkan pihaknya hanya akan merelokasi warga yang bermukim di bantaran kali.
"Kami akan berusaha menangani masyarakat di sekitar bantaran kali secara komprehensif. Contohnya seperti yang berada di dekat saluran penghubung atau di bantaran kali Ciliwung, kami akan buatkan rumah susun di sana agar tak perlu jauh dari tempat kerja mereka," ungkapnya.

0 komentar:
Posting Komentar