Jakarta – Sebanyak enam orang anggota jaringan teroris Abdul Omar ditangkap di wilayah Tangerang, Bekasi, dan Jakarta Timur, Sabtu dan Minggu (12-13/11/2011). Keenam tersangka ini diduga berencana menyerang sejumlah kantor polisi."Target mereka antara lain penyerangan kantor polisi, sudah ada dokumen perencanaannya untuk beberapa kantor polisi," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (14/11/2011).
Empat orang di antaranya ditangkap Sabtu, 12 November 2011, yakni:
1. DAP, 34 th, swasta, alamat Perum Poriz, Kelurahan Cipondoh Makmur, Kecamatan Cipondoh Tangerang. Ia ditangkap di dekat rumahnya.
2. BH alias Dodi, 35 thn, swasta, alamat Jl. Seruni No 1 H , Perum As III, Cibodas, Karawaci Tangerang, Banten. Ia ditangkap dekat rumahnya.
3. AA alias Agung, Jakarta, 31 Desember 1980, alamat Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara. Ia ditangkap saat keluar rumah dengan menenteng senjata M16 sehingga dilakukan penembakan untuk melumpuhkan, peluru terkena kakinya.
4. S , Jl Perum Taman Raya Rajek Blok K RT 07 RW 08 No 19, Kec Rajek Tangerang. Saat penangkapan, polisi menyita senjata M16 Dan 2 buah magazine serta 313 butir peluru.
Sementara itu, dua orang lainnya ditangkap Minggu, 13 November 2011, yakni:
5. DWT 50 thn, penjual sayur, alamat Jl. Benda Jaya RT 05 RW 12 Kel/Kec Duren Sawit, Jaktim.
6. S G O alias Sugih, pedagang nasi goreng, alamat Jl Masjid Rawa Bacang, Pondok Melati, Jati Rahayu, Bekasi.
Barang bukti yang disita adalah:
- 2 (dua) pucuk senjata api M 16
- 1 (satu) pucuk senjata api Jungle
- 1 (satu) pucuk senjata api FN
- 888 butir peluru berbagai kaliber 5 mm.
- 6 (enam) buah magazine
Dari interogasi oleh polisi terhadap tersangka BH alias Dodi, terungkap bahwa ia menerima dua pucuk senjata api dari Abu Omar. Yakni, satu api Jungle, satu pucuk FN, dan 20 butir peluru.
Senjata tersebut disembunyikan dengan cara ditanam di kawasan hutan Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat. Pencarian barang-barang tersebut masih berlangsung.

0 komentar:
Posting Komentar