Balon udara yang biasa dipakai untuk mengangkat tongkang ponton di galangan kapal, akan dicoba mengangkat kerangka jembatan seberat ratusan ton ke permukaan sungai.
Dengan menggunakan 10 balon (kapasitas @ 50 ton) diharapkan akan bisa mengangkat bagian ujung kerangka jembatan, lalu ditarik atau digeser bagian yg terangkat tersebut ke arah pinggir. Setelah berada di pinggir barulah mayat di dalam mobil dikeluarkan dan dievakuasi.
Berikut sekilas metode balon yang dijelaskan oleh juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (30/11/2011).
Balon ukuran 8x4 meter atau 14 x 4 meter. Sebelum diisi angin bentuknya seperti kasur. Atau seperti perahu karet atau mainan anak-anak. Balon tersebut sebelumnya diikat pada rangka jembatan yang tenggelam lalu diisi angin secara cepat.
Secara teori badan jembatan tersebut akan terangkat sedikit kemudian akan ditarik dengan tug boat. Saat ini 12 ponton dan tug boat sedang disiapkan untuk menarik puing kerangka jembatan dengan metode balon.
Selasa malam pukul 21.00 Wita sudah dilaksanakan side scan sonar. Data saat ini sedang diolah dan pagi ini dilanjutkan dengan multibeam echosounder. Kini Tim SAR menunggu hasil side scan sonar untuk penempatan posisi pengikatan dan balon-balon tersebut.

0 komentar:
Posting Komentar