'Call me' dan 'I love rich boys' itulah dua tulisan yang ditulis di berbagai underwear untuk remaja yang dijual Kmart. Dua tulisan tersebut mengundang protes.
Collective Shout yang kerap mengkampanyekan melawan eksploiktasi seksualitas wanita menentang penjualan underwear itu. "Slogan itu sangat tidak pantas dan Kmart seharusnya tahu," ujar juru bicaranya Melinda Tankard Reist seperti dikutip Sdyney Morning Herald.
"Kenapa ada orang yang ingin memakai underwear dengan tulisan 'call me' jika bukan untuk mengajak wanita untuk menjual seksualitasnya," tambah Reist.
Protes tersebut langsung ditanggapi Kmart. Department store yang banyak ada di Amerika itu bersedia menarik underwear itu dari peredaran.
Kmart juga mengakui mereka sudah banyak menerima kritikan soal underwear tersebut. "Kami memutuskan untuk menarik underwear itu dari toko-toko kami," tukas juru bicara Kmart.
Underwear yang dijual itu termasuk dari lini Girl Xpress yang memang ditujukan untuk wanita muda. Namun tidak disebutkan secara spesifik siapa target pasar underwear tersebut.

0 komentar:
Posting Komentar