Penderitaan bocah kecil berusia tiga tahun asal Parepare, Safira bukan hanya urusan medis. Kepolisian Resor Kota Parepare pun turun tangan, akan melakukan penyelidikan terkait keberadaan paku dan jarum suntik di betisnya.
Penyelidikan dilakukan terkait adanya informasi awal tentang keberadaan paku dan jarum suntik yang diduga dimasukkan secara sengaja.
Hal itu dikemukakan Kapolres Parepare, AKBP M. Pratama yang dihubungi dari Makassar, Selasa malam, 8 November 2011. Namun demikian, penyelidikan kasus ini masih menunggu kesimpulan dari tim dokter RSUD Andi Makkasau Parepare.
"Kami masih menunggu hasil resmi dari dokter, atau tertulis dari dokter setelah CT-Scan. Sebab yang tertulis itu yang akan dijadikan dasar untuk melakukan penyelidikan," kata Pratama.
Ia menambahkan, apapun yang menjadi kesimpulan dokter akan menjadi dasar penyelidikan polisi. Misalnya, jika dianggap keberadaan logam disengaja, maka polisi akan mengusut letak kesengajaannya dan siapa yang melakukan itu.
Sedangkan jika kesimpulannya tidak disengaja, maka polisi akan fokus pada ketidaksengajaan tersebut. "Intinya pada kasus ini adalah logam ini tidak tumbuh begitu saja dalam betis Safira," kata Pratama lagi.
Sampai saat ini ia telah meminta keterangan dari pihak dokter. Tapi itupun hanya masih dugaan-dugaan sementara, belum pada kesimpulan akhir. Satu-satunya dasar yang menguatkan bagi polisi adalah adanya dugaan bekas luka yang ditemukan di dua betis Safira.
Kondisi Safira hingga Selasa malam, semakin membaik. Rencana CT-Scan yang dijadwalkan kemarin direncanakan pada Rabu hari ini.
Sebelumnya terungkap, temuan sementara dokter cukup mengejutkan. Di kedua betis Safira terdapat luka luar koreng. Bekas luka inilah yang membuat tim dokter menduga bahwa paku-paku itu sengaja dimasukkan.

0 komentar:
Posting Komentar