.

Sering Ngeseks Sejak Remaja Bikin Organ Reproduksi Mengecil

Kamis, November 17, 2011

imgIdealnya orang yang aktif secara seksual dilakukan saat sudah menikah, tapi saat ini banyak remaja yang sudah aktif secara seksual. Peneliti menemukan remaja yang sudah aktif secara seksual berisiko memiliki sistem reproduksi yang lebih kecil.

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh peneliti AS mengklaim berhubungan seks selama masa remaja bisa menghambat pertumbuhan organ reproduksinya sehingga berisiko menjadi lebih kecil.

Organ reproduksi yang dimiliki perempuan terdiri dari indung telur (ovarium), saluran telur (tuba falopi), rahim (uterus), leher rahim (serviks), vagina, mulut vagina serta klitoris.

Sedangkan untuk laki-laki organ reproduksinya terdiri dari kantung zakar (skrotum), buah zakar (testis), saluran sperma (vas deferens), prostat, saluran kemih (uretra), penis serta kepala penis.

Peneliti dari Ohio University mengungkapkan aktif secara seksual saat sistem saraf masih berkembang bisa dikaitkan dengan efek yang mempengaruhi tubuh serta suasana hatinya ketika menjadi dewasa.

"Memiliki pengalaman seksual pada titik tertentu di awal kehidupan bukan tanpa konsekuensi," ujar John Morris dalam pertemuan tahunan Society for Neuroscience di Washington DC, seperti dikutip dari Foxnews, Kamis (17/11/2011).

Morris menjelaskan tim dari Ohio mempelajari hamster yang aktif secara seksual pada usia 40 hari (setara dengan usia remaja manusia) dan hamster usia 80 hari (setara dengan usia dewasa manusia). Peneliti memilih hewan berbulu karena binatang ini memiliki kesamaan fisiologis dengan manusia.

Hasil studi ini menemukan hamster yang aktif secara seksual pada usia remaja memiliki massa total tubuh yang lebih kecil dan adanya penurunan dalam jaringan reproduksi ketika menjadi dewasa.

Selain itu peneliti mengklaim aktivitas seksual di masa remaja juga membuat hamster ini lebih rentan terhadap masalah depresi serta autoimun. Hal ini dilihat dari hamster yang aktif secara seksual menunjukkan peningkatan kecemasan dibanding kelompok kontrol.

Hewan ini memiliki peningkatan zat kimia penyebab peradangan yang disebut dengan interleukin-1 yang digunakan oleh tubuh untuk melawan infeksi dan lebih sedikit sel-sel saraf kompleks yang membawa sinyak ke otak dari seluruh tubuh.
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation