.

Studi: Remaja Pengirim SMS Seks Berpotensi Bunuh Diri

Senin, November 28, 2011

jurnaldunia.com - Berkirim SMS atau foto mesum, aksi yang biasa dijuluki sebagai sexting, kian umum di kalangan remaja. Menurut sebuah studi, para remaja pelaku sexting cenderung mengalami tanda-tanda depresi, bahkan berpotensi bunuh diri.

Penelitian dilakukan oleh lembaga Education Development Center di Amerika Serikat. Hasil riset ini telah dipaparkan dalam pertemuan tahunan American Public Health Association di Washington.

Penelitian dilakukan oleh periset Shari Shneider dan koleganya dengan menganalisis data 23 ribu pelajar di wilayah Boston. Sebanyak 10% dari mereka mengaku berkirim pesan seks via SMS dan 5% pernah menerima foto cabul.

Terungkap bahwa mereka yang menjadi pelaku sexting cenderung berkeinginan untuk bunuh diri. Mereka juga dua kali lebih berpeluang melaporkan kondisi depresi.

Hasil riset itu cocok dengan beberapa penelitian lain. Seperti yang dilakukan Dr. Jill Muray di California, seorang pakardan konselor di bidang tingkah laku remaja.

"Aku menemukan dua gadis remaja yang berusaha bunuh diri dan beberapa lagi pindah sekolah akibat sexting," ucap dia, seperti detikINET kutip dari ABC, Senin (28/11/2011).

Dr. Jill pernah memergoki seorang remaja begitu sedih setelah mengetahui foto mesumnya tersebar luas via ponsel. Ia kemudian berusaha bunuh diri. Imbas sexting memang lebih berpengaruh bagi remaja wanita dibanding pria.
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation