Washington – Tim Navy SEAL Amerika Serikat (AS) yang menyergap Osama bin Laden pernah menyatakan, pemimpin Al Qaeda itu tewas setelah baku tembak selama 45 menit. Benarkah itu yang sebenarnya terjadi?
Chuck Pfarrer, mantan komandan Team Six Navy SEAL yang anggotanya menyerbu kediaman Osama di Abbottabad, Pakistan, mengklaim pria yang paling diburu Amerika itu ditembak tewas dalam waktu cepat. Bukannya setelah 45 menit baku tembak dengan Team Six.
Pfarrer menyatakan telah mewawancari beberapa anggotanya yang ikut dalam penyergapan itu. Apa yang ia katakan ini tentunya berlawanan dengan pemberitaan media Amerika mengenai pendaratan tim Navy SEAL dan bagaimana salah satu heli mereka jatuh.
“SEAL memasuki gedung itu setelah diturunkan di atapnya oleh helikopter utama. Jadi mereka bukan masuk dari darat,” ujar Pfarrer. Beberapa menit setelah Osama tewas, baru helikopter utama menuju tempat pendaratan dan kehilangan kendali serta jatuh di bagian ekornya terlebih dahulu. Pfarrer berkata, heli terjatuh di dinding bagian timur rumah Osama.
Jika SEAL terpaksa naik tangga untuk mencapai Osama seperti klaim resmi pemerintah AS selama ini, lanjutnya, maka pria yang dituding bertanggung jawab atas serangan 11 September 2001 itu akan memiliki waktu untuk mempersenjatai dan melindungi dirinya.
“Osama tewas dalam 90 detik di awal penyergapan itu, bukan karena ada baku tembak. Empat peluru ditembakkan dengan senjata berperedam,” kata Pfarrer.
Istri termuda Osama, Amal bin Laden, terluka di betisnya saat peluru kedua ditembakkan. Hal ini, kata Pfarrer, memang benar karena ia didorong ke arah penembak. Bagian ini memang sesuai dengan cerita dari pemerintah Presiden Barack Obama.
Pfarrer menuliskan pengakuan ini dalam sebuah buku, yang ia katakan sebagai sebuah ledakan kisah pararel luar biasa dengan ketepatan ala militer serta akurasi yang mematikan. Seperti biasa, pemerintah langsung menyatakan buku itu salah besar.
Buku Pfarrer juga menyatakan deputi Osama, Ayman Al Zawahiri, merupakan orang yang bertanggung jawab atas kematian Osama. Sebab, Ayman berulangkali mengirimkan kurir yang menyebabkan Amerika kian mudah melacak keberadaan Osama.
Kurir yang identitasnya sudah terungkap oleh pihak Amerika itu juga terus menerus dipakai, berulangkali keluar masuk rumah Osama yang sudah seperti benteng itu. Adapun kurir tersebut adalah Abu Ahmad yang berkebangsaan Kuwait.
Abu Ahmad dipercaya telah dibuntuti pihak Amerika selama beberapa bulan sebelum penyergapan. Namanya disebut-sebut oleh seorang tersangka anggota Al Qaeda, saat diinterogasi. Keberadaan Abu Ahmad pun dilacak hingga ke Abbottabad.
Versi pemerintah, helikopter Amerika dari Afghanistan masuk ke wilayah Pakistan tanpa izin untuk menyergap Osama di kediamannya. Heli jatuh saat tim SEAL berusaha masuk dan menyerbu, kemudian terjadi baku tembak dengan pengawal Osama yang segera dikalahkan.
Setelah itu, tim SEAL diam-diam masuk ke bangunan utama hingga ke kamar Osama. Mereka sukses menembak mati Osama, di dada dan kepalanya dalam penyergapan awal Mei ini. Jasad Osama kemudian dilarung ke laut.
Buku Pfarrer akan diterbitkan bulan ini dan sempat ditunda beberapa pekan karena harus melalui sejumlah pejabat AS. Versi inggrisnya bahkan harus direvisi karena khawatir orang-orang yang disebut akan menuntut si penulis.

1 komentar:
masih simpang siur, kabarnya malah udah meninggal beberapa tahun lalu karena sakit
Posting Komentar