"Air masih menggenangi kampung kita, padahal dari kemarin enggak ada hujan," kata seorang warga Kampung Pulo RT 11/3 Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.
Dia menuding apa yang dijanjikan pihak Marinir untuk menyelesaikan masalah banjir ini adalah omong kosong belaka. Pihak Marinir dalam hal ini akan melakukan pembongkaran terhadap gorong-gorong dan tanggul tersebut.
"Statement (pernyataan) Komandan Marinir waktu itu ternyata bohong. Yang terlihat kan pembongkaran (gorong-gorong) atasnya saja, kita enggak tahu bagian bawahnya," tuturnya.
Ditambahkannya, banjir ini terjadi sejak hari Senin pekan lalu dan hingga kini belum kunjung surut. Alat berat yang sebelumnya didatangkan untuk melakukan pembongkaran memang masih terparkir di lapangan tembak marinir, namun Pupung tak bisa memonitor apakah benar alat berat tersebut bekerja.
"Alat beratnya masih ada, tapi kita enggak tahu dia kerja apa enggak, soalnya lingkungan itu tertutup untuk warga," cetusnya.
Seperti diberitakan, Senin 31 Oktober 2011, pihak marinir berjanji akan menyelesaikan persoalan banjir ini dengan melakukan pembongkaran gorong-gorong yang merupakan pengalihan aliran Kali Krukut, kali yang melintas di kampung tersebut.
"Akan kita bongkar semua, diusahakan dua hari selesai," kata Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI Alfan Baharudin Senin (31/10/2011) lalu.
Alfan bahkan membantah pembangunan turab (tanggul) dan pemasangan bronjong mengakibatkan penyempitan Kali Krukut yang diduga menjadi penyebab banjir.
"Turab dan bronjong itu mengamankan tanah di sekitar kali karena rawan erosi. Marinir tidak pernah membangun pemukiman di tepi kali, mereka (warga) yang membangun," kilahnya.

0 komentar:
Posting Komentar