Popularitas pendiri Apple Steve Jobs semakin berkibar di seluruh dunia. Di bekas negara komunis pun, sebuah sekolah mengubah nama, dari nama tokoh komunis Vladimir Ilyich Lenin menjadi Steve Jobs.
Perubahan nama itu terjadi di kota Plovdiv, kota terbesar kedua di Bulgaria. Menjelang ulang tahun ke-50-nya, sebuah sekolah teknik elektronik menghapus nama Lenin dari pintu sekolah menjadi Steve Jobs.
Penghapusan nama Lenin sebenarnya dimaksudkan menjadi hadiah ulang tahun ke-50 sekolah. Tadinya, pihak sekolah, baik itu pengelola atau siswa, berpikir mengganti nama ke tokoh ilmuwan asal Bulgaria. Namun, nama Steve Jobs kemudian dipilih oleh sebagian besar siswa.
Seperti diketahui, Steve Jobs meraih kesuksesan setelah mendirikan Apple bersama teman dari masa kecilnya, Steve Wozniak. Berawal dari sebuah perusahaan berbasis di garasi rumahnya di California, Jobs dan Wozniak kemudian menjadi milyuner muda setelah sukses memperkenalkan komputer Apple II.
Apple kemudian tak hanya dikenal sebagai perusahaan komputer, melainkan juga produk elektronik lain. Walau sempat dipecat Apple, tangan emas Steve Jobs kemudian membawa Apple ke masa kejayaannya.
Berkat besutan Steve Jobs, sejumlah produk Apple kini laris manis di pasaran, antara lain iMac, iPod, iPhone, dan iPad. Steve Jobs lalu mengundurkan diri dari jabatan CEO Apple pada 24 Agustus 2011. Enam minggu setelah mengundurkan diri, Steve Jobs meninggal akibat kanker pankreas.

0 komentar:
Posting Komentar