Hal itu diungkapkan Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar Kombes Pol Hafriyono saat ditemui di Hotel Amarossa, Jalan Aceh, Selasa (21/12/2011).
Ia mengatakan, empat bulan lalu Polda Jabar menemukan seorang perempuan yang menyimpan narkoba jenis heroin dalam bungkusan yang kemudian ditemukan pada alat vitalnya.
"Selain modus menyembunyikan lewat dubur, kami pernah menemukan yang lebih mengerikan. Seorang perempuan menyembunyikan heroin dalam bungkusan sebesar lontong di dalam alat vitalnya. Jadi selama penerbangan dia menahan benda itu," ujar Hafriyono.
Namun modus itu tercium oleh petugas di Bandara Husein Sastranegara yang melihat gelagat tak biasa pada perempuan itu. "Ya namanya menahan benda di dalam alat vitalnya, ya jalannya jadi aneh. Ditangkap petugas dan ternyata ditemukan narkoba didalamnya. Padahal perempuannya kecil," katanya.
Kejadian itu disebut Hafriyono ditemukan di Bandara Husein Sastranegara pada 4 bulan lalu. "Jadi sekarang kita waspada dengan yang jalannya aneh," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, banyak ditemukan perempuan asal Indonesia yang sering dimanfaatkan oleh pengedar. "Misalnya TKW, karena tidak punya uang untuk pulang lalu diperalat dengan imbalan tiket pulang atau bayaran," tuturnya.
Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf yang merupakan Ketua Umum Badan Penanggulangan Narkotika Provinsi (BNP) Jabar mengatakan, modus penyelundupan narkoba sudah semakin mengerikan.
"Bahkan saya pernah lihat video, pengedar yang memasukkan narkoba ke dalam tubuh bayi yang mati lalu menggendongnya seperti biasa. Itu sangat biadab," katanya.

0 komentar:
Posting Komentar