Jurnaldunia.com - Sejak 2003, mantan juara SEA Games bekerja sebagai buruh panggul di sebuah pasar daging di kawasan Pulo Gadung untuk menghidupi keluarganya. "Silahkan masuk, Pak. Maaf beginilah keadaan rumah saya," kata Muhammad Nur saat mempersilahkan tamu yang bertandang ke kediamannya, satu rumah petak di gang sempit di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Selasa (20/12).
Di rumah kontrakan itulah, Muhammad Nur, 39, mantan juara SEA Games 1995 Chiang Mai dan SEA Games 1997 Jakarta hidup berdesakan bersama istrinya Widi
Hastuti, 37, serta ketiga anaknya M Ferdinand, 12, Anastasia, 8, dan Nayla Nursabila, 6.
Hampir tidak terlihat lagi bekas bahwa pria kelahiran Jayapura itu pernah berjaya saat mengharumkan negara ketika menjuarai nomor tim pursuit putra di Chiang Mai pada SEA Games 1995 dan kemudian mempertahankannya di Jakarta dua tahun kemudian.
Tidak ada perabotan sama sekali di kontrakan yang luasnya tidak lebih dari 16 meter persegi itu. Tamu yang datang terpaksa duduk di lantai di ruang depan yang juga sekaligus menjadi kamar tidur anak-anaknya.

0 komentar:
Posting Komentar