.

Seorang Profesor Dipecat Dari Universitas Karena Berikan Nilai 'D' Untuk Aktor Hollywood

Rabu, Desember 21, 2011

Foto: New York University (Business Week)jurnaldunia.com - SEORANG mantan profesor di New York University (NYU) mengajukan gugatan kepada universitas. Dia mengklaim dipecat dari universitas, karena memberikan nilai ‘D’ kepada aktor Hollywood, James Franco.

Profesor seni di NYU ini mengajukan gugatan ke Pengadilan New York City, pekan lalu. New York Post melaporkan, Jose Angel Santana mengajukan gugatan guna mendapatkan pekerjaannya kembali.

Santana memang bersikap tegas kepada Franco. Pasalnya, saat menempuh pendidikan master bidang seni rupa di NYU, aktor ganteng ini bolos selama 12 kali dari 14 kali mata kuliah 'Mengarahkan Aktor II'.

“NYU telah membungkuk sangat dalam untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi Franco, itu sudah pasti. Universitas melakukan segala upaya untuk menjilat Franco," kata Santana seperti dikutip dari Huffington Post, Rabu (21/12/201).

Santana mengklaim aktor film Spider-Man itu tidak hanya membolos di mata kuliahnya. Meski kerap membolos, profesor mata kuliah lainnya tetap memberikan Franco nilai bagus. Santana menuding ini merupakan bagian dari konspirasi.

Santana mengatakan agar mendapatkan nilai bagus, Franco menyewa salah satu profesornya, Jay Anania untuk menulis dan menjadi sutradara dalam film “William Vincent”. Film ini memang dibintangi Franco.

Sebelumnya pada 2010, Franco pernah berbicara mengenai nilai yang buruk. Kepada Showbiz411, pembawa acara Piala Oscar 2011 ini mengaku belajar dengan baik di setiap mata kuliah. Namun menurut Franco, kemungkinan para profesornya merasa tidak nyaman bekerja dengan selebriti.

Tahun lalu, Franco mulai belajar untuk meraih gelar PhD dalam Sastra Inggris di Yale University dan belajar seni di Sekolah Desain Rhode Island. Selain di NYU, Franco juga pernah kuliah di Brooklyn College untuk mata kuliah Menulis Fiksi, Warren Wilson College untuk belajar Puisi dan Columbia University untuk belajar Menulis Kreatif.

Sementara itu, Juru Bicara NYU, John Beckman mengaku belum mengetahui gugatan ini. “Kami belum melihat gugatan itu, tapi klaim yang kami lihat di media, sangat konyol. Kami sangat menyesal melihat seorang pengajar fakultas, mantan atau sebaliknya, mendiskusikan nilai setiap siswa untuk tujuan publisitas pribadi,” pungkas Beckman.
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation