Hal ini diungkapkan oleh pengurus harian YLKI, Tulus Abadi, saat menggelar jumpa pers Catatan Akhir Tahun Pelayanan Transjakarta di hotel Ambhara, Rabu (21/12/2011). Tulus menuturkan pola recruitment yang dilakukan Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta masih buruk. Menurutnya tidak ada standar tertentu yang ditetapkan dalam merekrut pramudi Transjakarta.
"Untuk menjadi pramudi di Transjakarta harus nyogok Rp 5 juta sampai Rp 8 juta. Bagaimana sikap pramudi di jalan bisa baik. Kemudian gaji pramudi juga belum ada kenaikan sejak tujuh tahun yang lalu. Tetapi masalah gaji ini bukan yang paling penting, namun pola recruitmentnya yang perlu diperbaiki," terang Tulus.
Tulus juga menerangkan berdasarkan catatan YLKI hingga Oktober 2011, kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta menyebabkan 17 orang meninggal dunia, 22 orang luka berat, dan 63 orang luka ringan. "Ini artinya ada 1,42 orang meninggal perbulannya akibat bus Transjakarta. Penyebab kecelakaan juga tak lepas dari sikap pramudi Transjakarta," ucapnya.
Tulus menambahkan, penyebab kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta lainnya adalah minimnya Jembatan Penyebrangan Orang (JPO). Kalaupun ada JPO, kondisinya sudah rusak seperti bolong-bolong, bentuknya meliuk-liuk, atau terlalu panjang sehingga orang menjadi malas menggunakan JPO. "Di Bogota Kolombia, JPOnya bisa dinaiki sepeda ontel. Coba JPO disini, mana bisa dinaiki sepeda ontel," imbuhnya

0 komentar:
Posting Komentar