Seperti dilansir harian Daily Mail, Kamis 15 Desember 2011, awalnya maskapai yang merencanakan membuka rute penerbangan ke seluruh Asia ini hanya memperkerjakan wanita dan pria saja sebagai pramugari. Namun, rencana tinggal rencana setelah pihak maskapai menerima lebih dari 100 lamaran dari kaum transeksual dan transvestis.
Menurut Peter Chan selaku presiden P.C. Air, selain untuk tampil beda, maskapai juga ingin memberi kesempatan pada para transeksual, yang dikenal dengan istilah katoey di Thailand, untuk bekerja.
Dari ratusan pelamar, maskapai akhirnya memilih Chayathisa Nakmai, Dissanai Chitpraphachin, Nathatai Sukkaset and Phuntakarn Sringern untuk bergabung dengan mereka. Keempat transeksual rupawan ini terpilih bersama 19 wanita dan tujuh pria menjadi pramugari.
Kualifikasi maskapai untuk para pelamar transeksual disamakan dengan pelamar wanita. Mereka diharuskan berjalan dan berbicara seperti wanita, memiliki suara yang feminin, dan perilaku yang tepat.
Sekarang, para pramugari transeksual ini telah mulai melaksanakan tugasnya. Mereka bertugas di pesawat dengan rute bandara Suvarnabhumi di Bangkok ke provinsi Surat Thani di Thailand selatan.
Meskipun sedikit sekali kasus diskriminasi yang terjadi pada transeksual di Thailand, namun mereka tidak bisa secara resmi menjadi wanita. Jenis kelamin di kartu identitas mereka pun akan tetap tertulis pria.
Di Negeri Gajah Putih itu, kaum transeksual lebih mendapat tempat di masyarakat. Biasanya mereka bekerja di toko kosmetik, salon, atau toko obat.

0 komentar:
Posting Komentar