Musisi Bali itu mengatakan, ia tergerak ikut ambil bagian dalam gerakan seribu sandal jepit untuk polisi karena menganggap dakwaan itu tidak adil.
"Ada 10 pasang sandal jepit milik saya pribadi yang saya kirim ke KPAI [Komisi Penanggulangan Anak Indonesia]. Sandal jepit itu koleksi saya dengan ukuran super jumbo," kata Ayu Laksmi, saat berbincang di Sanur, Denpasar, Bali, Selasa 3 Januari 2012.
Ayu Laksmi menambahkan, sandal jepit ukuran jumbo itu bukan tanpa filosofi. Menurutnya, penegak hukum harus menyediakan ruang dari sandal jepit ekstra jumbo tersebut untuk anak-anak. Penegak hukum, harus menjadi pengayom bagi anak-anak, bukan menjeratnya dengan semena-mena.
"Sandal itu adalah alas yang digunakan untuk melindungi kaki. Jadi, penegak hukum harusnya memberikan perlindungan kepada anak-anak. Biarkan anak-anak menitipkan kakinya yang kecil di sandal yang saya kirim dengan ukuran ekstra jumbo itu untuk Briptu R," katanya.
Usai mengirimkan sandalnya, Ayu Laksmi mengaku banyak dikontak rekannya yang juga ingin menyumbangkan sandal jepit untuk disumbangkan dalam gerakan yang dipelopori KPAI itu.
Namun, lantaran gerakan pengumpulan sandal jepit itu ditutup hari ini, Ayu Laksmi tak menerima keinginan koleganya. "Jika pun ada yang tetap mengirimkan sandalnya kepada saya, maka akan saya sumbangkan untuk AAL. Gerakan pengumpulan sandal itu juga dimaksudkan agar Briptu R memiliki sandal jepit seumur hidupnya, sehingga tak ada lagi korban seperti AAL," tandas Ayu.
Ia mengaku tergerak menyumbangkan sandal jepitnya lantaran banyak media yang bisa digunakan untuk mendidik anak-anak, bukan dengan cara mempidanakannya. Ia juga telibat dalam gerakan itu setelah berkomunikasi dengan rekannya melalui situs jejaring sosial Facebook.
"Saya tergerak dengan ini karena saya konsen dengan dunia anak. Biar anak-anak dibimbing ke arah yang benar," ujar pemilik rumah Bunda Semesta tesebut.

0 komentar:
Posting Komentar