Lantas, apa impian terbesar Adesagi yang belum terwujud sampai akhirnya dirinya meninggal ?
Dalam perjalanannya, menjadi desainer semata pun tak dirasa cukup. Kesempurnaan akan menjadi seorang desainer bakal semakin lengkap dengan atribut butik sebagai fasilitas yang mengukuhkan profesi tersebut. Adesagi pun sudah berhasil mewujudkannya.
Bahkan wara-wiri dalam pergelaran busana berkelas, serta karyanya dikenakan para selebriti ternama pun sudah terwujud. Bagi seorang desainer, sepertinya perolehan tersebut dirasa sempurna.
Meski terkesan kafah, nyatanya ada satu mimpi besar Adesagi yang belum terwujud.
"Kami memang sering banyak bercerita tentang segala hal mulai dari pekerjaan sampai urusan asmara. Dan yang aku tahu, dia ingin ‘show’ tunggal," tutur Barli Asmara, desainer dan sahabat Adesagi.
Menggelar show tunggal mungkin menjadi impian para desainer manapun. Selain sebagai bentuk ajang pamer kreativitas, show tunggal merupakan bukti eksistensi dan pengukuhan diri sebagai desainer.
Tak heran, Adesagi pun menginginkan hal tersebut.
Sayang, maut lebih dulu menjemputnya tepat di awal tahun 2012 di Bandung, Jawa Barat.
Beruntung, pada show tren Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) Oktober 2011, dirinya bersama Barli Asmara sempat didaulat menggelar show tunggal dalam acara tersebut.
Kehormatan tersebut didapatkan sebagai bentuk tanda hadir keduanya sebagai anggota baru IPMI, di mana mereka resmi diangkat sebagai keluarga besar IPMI pada Oktober 2010.
Pada show tren tersebut, Adesagi membawakan koleksi bertema “Almost Famous” dengan didukung model-model selebriti yang tak lain adalah sahabat dan pelanggan setianya. Mereka di antaranya Titi DJ, Ruth Sahanaya, Manohara, dan Dewi Sandra.
Walau mimpi show tunggal yang sesungguhnya belum terwujud karena dirinya lebih dulu tutup usia, namun pergelaran "Almost Famous" setidaknya mewakili cita-citanya tersebut.

0 komentar:
Posting Komentar