"Salah satunya yang mungkin bisa dilakukan ialah memberikan pelatihan bagi para karyawan agar mereka tahu bagaimana cara menghadapi perampok," ucap Reza saat dihubungi Rabu (11/1/2012).
Untuk melatih karyawannya, Reza mengatakan pihak pengusaha minimarket harus berkoordinasi dengan kepolisian.
Selain itu Reza memaparkan, perlu penempatan CCTV di setiap sudut minimarket, menempatkan satuan pengamanan, dan membuat kaca minimarket bening sehingga tembus pandang. Jadi nantinya apabila ada perampokan bisa terlihat dari luar.
"Itu semua bisa dilakukan oleh pengusahanya, antisipasi sendiri. Jangan mengkambinghitamkan kepolisian," tambah Reza.
Seperti diketahui belakangan ini marak terjadi perampokan minimarket yang rata-rata buka 24 jam. Aksi perampokan ini terjadi di beberapa wilayah yaitu Ciputat, (Jakarta Selatan), Menteng dan Kebon Sirih (Jakarta Pusat)
Ciawi dan Gunung Putri (Bogor), Pamerah (Jakarta Barat), Pulo Gadung, (Jakarta Timur), Bekasi dan Depok.
Ciawi dan Gunung Putri (Bogor), Pamerah (Jakarta Barat), Pulo Gadung, (Jakarta Timur), Bekasi dan Depok.

0 komentar:
Posting Komentar