.

KPK Ternyata Tak Diberitahu Kalau Nunun Dibawa ke RS Polri

Minggu, Januari 01, 2012

KPK Ternyata Tak Diberitahu Kalau Nunun Dibawa ke RS Polri
Jurnaldunia.com - KPK menyatakan bahwa pihaknya baru mendapatkan informasi tersangka suap cek pelawat Nunun Nurbaeti sakit, setelah pihak Rutan Pondok Bambu, membawanya ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (31/12/2011) dini hari.
Sebelumnya tidak ada komunikasi dengan KPK soal rencana dibawanya Nunun ke rumah sakit tersebut.
"Yang bawa Bu Nunun ke RS Polri itu petugas rutan. Kita baru diberitahu kalau tensi darahnya naik oleh petugas rutan setelah itu," ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha, Minggu (1/1/2011).
Lebih lanjut, Priharsa menceritakan, serah terima penanganan sakitnya Nunun oleh pihak rutan ke petugas KPK baru dilakukan saat berada di RS Polri. "Biasanya kalau ke rumah sakit, dari rujukan dokter kami," jelasnya.
Menurut Priharsa, pihaknya belum mendapatkan informasi lebih lanjut perkembangan kesehatan Nunun dari pihak rumah sakit.
"Kalau yang sekarang cuma tensi darahnya yang naik, sebelumnya kan ada keluhan vertigonya," jelasnya.
Di RS Polri, lanjut Priharsa, ada sejumlah petugas KPK dan bantuan Brimob yang menjaga Nunun. "Kalau dokter, ada dari RS Polri. Tapi, saya belum dapat informasi apa ada rencana dibantarkan atau tidak. Kalau dibantarkan, semua biaya perawatan dari kami (KPK)," tukasnya.
Sakitnya Nunun adalah kali ketiga terjadi. Setelah ia ditangkap di Thailand dan dibawa ke Indonesia pada 10 Desember 2011 lalu, ia sempat dibawa ke RS Polri dan RS Abdi Waluyo Jakarta.
Bahkan, karena keluhan sakit yang diderita Nunun, pihak kuasa hukumnya sempat menginginkan agar pemeriksaan dilakukan di tempat yang nyaman.
Sebelumnya, Ketua KPK, Abraham Samad, menyatakan tak ingin terbawa berbagai keinginan Nunun berkaitan dengan sakit yang dialaminya.
Bahkan, Abraham mengaku dirinya lah yang memerintahkan untuk membawa pulang Nunun ke Rutan Pondok Bambu dari rumah sakit.
"Saya ambil tindakan yang keras terhadap para penyidik, saya intruksikan, bahwa segera pulangkan ke rutan bahwa tidak ada kata lain Ibu Nunun harus diperiksa di KPK. Itu instruksi saya. Sehingga saya katakan, kami tidak boleh main-main," tegas Abraham saat itu.
Permintaan Abraham cukup beralasan, karena saat ini publik masih menunggu impelementasi dari janjinya saat pemilihan, yang akan menuntaskan sejumlah kasus besar, termasuk kasus suap cek pelawat, sepeninggalan pimpinan KPK Jilid II.
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation