Putranya, Rio-James Jacombe, lahir lima minggu prematur dari usia seharusnya dengan berat tak sampai dua kilogram. Ia tidak menunjukkan keanehan apapun saat baru dilahirkan, sampai fakta menunjukkan sebaliknya dua hari kemudian.
Seperti diberitakan harian Daily Mail Selasa 3 Januari 2012, Rio-James ternyata didiagnosis memiliki Down's Syndrome, dua lubang di jantung, dan tidak bisa menyedot sehingga harus makan melalui selang. Menangis bisa berakibat fatal baginya, karena bisa mengakibatkan batang tenggorokannya tak berfungsi.
"Suatu hari anakku menangis sampai wajahnya berubah merah dan ungu, jadi aku harus membawanya ke rumah sakit supaya dia bisa bernafas lagi," cerita Nikki. "Aku bahkan sampai harus ikut pelatihan khusus untuk membuatnya bisa bernafas, dan aku harus membaringkannya di atas permukaan yang datar supaya dia bisa bernafas," tuturnya.
Rio-James sempat ditangani Sheffield's Children's Hospital selama lima minggu. Selama tiga minggu dirawat, bayi mungil ini harus dipasangi ventilator supaya bisa bernafas.
Para staf rumah sakit mengingatkan Nikki kalau bayinya perlu menjalani operasi jantung saat usianya mencapai tiga tahun. Walau kedengarannya menakutkan, namun Nikki optimis akan kondisi putranya, apalagi setelah melihat Rio-James tersenyum saat berada di ruang sensor untuk penderita Down's Syndrome.
Tersentuh dengan kisah Rio-James, seorang teman Nikki menggalang dana untuk mengubah ruang makan Nikki menjadi sebuah ruang sensor. Ia memerlukan dana sebesar 400 poundsterling (Rp5 juta) untuk bisa mewujudkan keinginan Nikki.
"Saya telah menggalang dana lewat kotak-kotak donasi dan sejauh ini sudah mendapat 300 poundsterling (Rp4,2 juta)," kata teman yang baik hati itu, Jade Harvey. "Rio adalah bayi mungil yang pantas mendapat bantuan."

0 komentar:
Posting Komentar