Beberapa gangguan yang berhubungan dengan perkembangan otak, seperti disleksia, skizofrenia, dan gangguan hiperaktif atau ADHD, juga lebih sering ditemui pada orang kidal.
Menurut perkiraan para ahli, sekitar 10% manusia di dunia adalah orang kidal. Sedangkan orang yang dapat menggunakan tangan kanan dan kiri dengan sama baiknya hanya 1% dari populasi.
Apa yang menyebabkan orang menjadi kidal sebagian disebabkan oleh genetika. Sebuah laporan penelitian yang diterbitkan pada tahun 2009 dalam jurnal Neuropsychologia memperkirakan bahwa sekitar 25% dari penyebab kidal adalah karena genetika.
Faktor lingkungan dalam kandungan juga ditengarai ikut mempengaruhi. Bayi yang lahir dari ibu yang tua atau berat badan lahirnya rendah lebih besar kemungkinannya menjadi kidal, juga ibu yang mengalami stres selama kehamilan lebih mungkin untuk melahirkan anak kidal.
Secara umum, tidak ada perbedaan IQ antara orang normal dan kidal secara signifikan, namun ada beberapa bukti yang menunjukkan orang kidal lebih baik dalam berpikir luas atau mengembangkan konsep baru.
Orang kidal juga memiliki gaji rata-rata sekitar 10% lebih rendah dari orang biasa, menurut penelitian yang dilakukan oleh Harvard University.
Sayangnya, kidal tampaknya berkaitan dengan risiko sejumlah gangguan kejiwaan dan perkembangan. Sekitar 20% penderita skizofrenia adalah kidal. Hubungan antara kidal dengan disleksia, ADHD, dan beberapa gangguan mood lainnya juga telah dibenarkan dalam beberapa penelitian.
"Alasan untuk hal ini masih belum jelas. Biasanya pada orang yang banyak memakai tangan kanan, otak bagian kirinya lebih dominan. Tetapi kecenderungan ini tidak sama pada orang kidal. Sekitar 70% orang kidal mengandalkan otak kirinya untuk memproses bahasa, fungsi otak yang paling penting," kata Metten Somers, psikiater dan peneliti di Utrecht University Medical Center di Belanda.
"30% orang kidal lainnya menunjukkan belahan otak bagian kanan yang lebih dominan atau didistribusikan secara merata. Mereka lebih rentan mengalami gangguan belajar dan lebih berisiko mengalami gangguan otak," imbuh Dr. Somers seperti dilansir Wall Street Journal, Senin (9/1/2012).
Dominasi salah satu belahan otak diyakini para ilmuwan lebih efisien. Dan tidak ada belahan otak yang dominan berkaitan dengan gangguan mental. Penderita skizofrenia misalnya, mereka menunjukkan aktivasi belahan otak yang merata (simetris) dibandingkan orang normal.
Dalam sebuah penelitian tahun 2008, Alina Rodriguez, profesor psikologi di University Mid Östersund di Swedia, menemukan bahwa baik orang kidal maupun orang yang menggunakan tangan kiri dan kanan sama baiknya memiliki risiko kesulitan memahami bahasa serta mengalami gejala ADHD ketika anak-anak.
Dalam penelitian lain yang diterbitkan di jurnal Pediatrics yang melibatkan hampir 8.000 orang anak di Finlandia, Dr Rodriguez menemukan bahwa anak yang menggunakan tangan kiri dan kanan sama baiknya berkaitan dengan gejala ADHD.
"Salah satu alasan yang diketahui tentang orang kidal adalah, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kerja otak mereka terhambat karena koneksi syaraf otak mereka berbeda," kata Robin Nusslock, profesor psikologi di Northwestern University di Evanston, Illinois.
Para ahli berpendapat bahwa kidal maupun menggunakan tangan kanan dan kiri sama biaknya dapat digunakan sebagai faktor risiko gangguan kejiwaan atau perkembangan.
Adanya faktor risiko tersebut bisa mendorong pemeriksaan lebih dini atas gangguan tersebut. Namun, fakta menunjukkan bahwa orang-orang kidal memiliki banyak kelebihan di bidang olahraga.

0 komentar:
Posting Komentar