Dalam konfrensi persnya usai pertandingan, Rabu (4/1/2012) malam ini, Banur bahkan mengatakan jika wasit Jerry Elly asal Bogor yang memimpin jalannya laga dianggapnya bodoh.
"Wasitnya bodoh. Kalau bodoh beneran sih mending. Tapi yang repot, kalau pintar tapi berlagak bodoh," kata Banur dengan logat Jawa Timuran dengan kental.
Ia mengatakan, jangan sampai wasit bodoh atau wasit titipan dari sponsor, memimpin laga sekelas Indonesia Super League (ISL). Kalau demikian adanya, ia tidak terima. Kata Banur lagi, dari hasil seri ini, ia sudah menganggap jika pertandingan sore ini dimenangi timnya. "
Seri saja kami sudah merasa menang. Kalau kemudian dilapangan tensinya tinggi, hal itu karena ada persamaan antara Arema dan juga Persiram," tegasnya.
Kesamaan itu diurai Banur yakni, Arema dan Persiram sama-sama tidak memperoleh point selama tiga kali pertandingan sebelumnya. Nah, karena sama-sama menelan kekalahan tiga kali berturut-turut itulah, membuat pertandingan sore ini seolah final.
Kedua tim mencoba untuk saling unggul dan meraih kemenangan. Sehingga, atmosfir pertandingan sangat tinggi yang membuat satu pemainnya, harus dikartu merah.
Sekedar diketahui, kecaman Banur pada wasit Elly akibat pemain bernomor punggung 5 Bomsong, diusir keluar lapangan usai melakukan pelanggaran terhadap Sakai. Bomsong sudah menerima dua kartu kuning. Saat menabrak tubuh Sakai, wasit Elly akhirnya mengeluarkan kartu merah.
Melihat ini, Bomsong pun terpancing emosinya. Bomsong bahkan sempat menanduk wajah Elly yang membuat official tim, jadi ikut-ikutan marah. "Ada banyak keputusan wasit yang merugikan kami," tambah Banur yang pernah menjadi coach Arema Malang beberapa tahun lalu itu.

0 komentar:
Posting Komentar