Jurnaldunia.com - Mawar (17), bukan nama sebenarnya rela jual diri guna membiayai sekolah sang adik.
Hal ini terungkap dalam pengakuannya saat diperiksa penyidik polisi wanita Kasubdit IV, Direskrimum Polda Kalbar, Selasa (7/2/2012), siang.
Selain Mawar polisi juga memeriksa Melati (17).
Kedua gadis ini baru saja diamankan pada Senin (6/2/2012) sekitar pukul 22.00 WIB oleh jajaran Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar di Hotel Harmoni, Jl Sungai Raya Dalam, KKR. Kedua gadis diamankan karena diduga terlibat praktik prostitusi terselubung yang saat ini sedang marak.
Mawar merupakan korban dari Melati yang menawarkan kepada pria hidung belang yang sudah menunggu di Hotel Harmoni. Namun Mawar kemudian mengakui bahwa Melati adalah kawannya dan dengan santai ia mengungkapkan perbuatannya tersebut atas dasar keinginan sendiri.
Melati kini telah ditetapkan sebagai tersangka perdagangan wanita di bawah umur dan dikenakan Pasal 88 Undang-undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-undang No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.
"Dia kawan saya, saya yang mau sendiri. Saya butuh uang untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Untuk biaya adik saya sekolah," ujar Mawar.
Mawar menceritakan terjebak dalam prostitusi terselubung tersebut karena kemampuan ekonomi kedua orangtua yang minim. Pada awalnya, ia mendapatkan uang yang cukup untuk sekali melayani pria hidung belang.
"Awalnya dapat Rp 2 juta, uangnya untuk biaya sekolah adik. Saya sudah tak sekolah lagi. Saya sekarang kos sendiri, orangtua tahu saya seperti ini," ujar dia.
Lalu bagaimana perkenalan dirinya dengan Melati, Mawar mengungkapkan dari pergaulan sehari-hari di tempat kumpul serta keinginan terhadap barang-barang yang tren di kalangan anak muda serta kebutuhan perutlah yang membawanya kesana.
Mawar sebenarnya tidak ingin terjerumus ke dalam dunia hitam tersebut. Ia pun sempat terdiam ketika ditanya bahaya yang akan diterimanya. Melati, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tidak lagi canggung ketika menceritakan keterlibatannya. Berbeda dengan Mawar, Melati tergiur karena gaya hidupnya.
"Karena uang, tapi sekarang tak terlalu. Hanya kadang-kadang saja. Kalau orangtua kasih uang sih, tak mungkinlah kayak gini," tuturnya polos. Melati mendapatkan hasil dari menyalurkan temannya tersebut ke pria hidung belang sekitar setengah dari bayarannya.
Melati bisa masuk ke dalam jaringan prostitusi ini karena Alenk (22). Alenk, ditangkap karena menyalurkan dua wanita kepada pria hidung belang. Ia ditangkap pada Kamis (2/2), sekitar pukul 02.20 dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Alenk, begitu nama panggilannya berkilah para wanita lah yang datang dan meminta dicarikan pria hidung belang. "Mereka yang datang sendiri ke saya. Saya bantu-bantulah, saya hanya dapat paling Rp 100-150 ribu," tuturnya.

0 komentar:
Posting Komentar