Persipura mengajukan tuntutan karena PSSI dianggap telah menghilangkan hak Persipura sebagai juara kompetisi kasta tertinggi Indonesia musim lalu untuk tampil di Liga Champions Asia, turnamen antarklub paling bergengsi se-Asia.
Kegagalan Persipura tampil di Liga Champions Asia merupakan salah satu akibat dari konflik internal pengurus pusat PSSI, yang kini meruncing. Lebih dari separuh anggota PSSI sudah tidak percaya lagi dengan kepemimpinan Djohar Arifin Husin dan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mencari pemimpin baru pada 18 Maret mendatang.
CAS, dalam keputusan selanya, memenangkan Persipura. Meski sudah melewati jadwal, pertandingan playoff melawan Adelaide United pun digelar pada 16 Februari lalu, dengan hasil kekalahan untuk Persipura. Beberapa hari yang lalu muncul kabar Persipura mencabut gugatannya. La Siya pun menjelaskan alasannya.
“Tuntutan Persipura melalui CAS ada 2 butir yi. :
1. Tetap ikut dlm Play-Off ACL.
2. Ganti rugi dr PSSI dan AFC sebesar Rp.20 milyard lebih.
Butir pertama telah dipenuhi oleh AFC dengan fair sekalipun itu baru putusan sela dengan pertandingan melawan Adelaide United. Jadi karena tujuan telah tercapai maka tuntutan kedua dicabut dengan pertimbangan untuk tidak membebani Pengurus PSSI hasil KLB tgl 18/3 yg bisa saja diketuai oleh Drs.M.R. Kambu, M.Si. bila terpilih,” jelasnya.
M.R Kambu adalah mantan ketua umum Persipura yang berhasil mengubah Persipura dari tim medioker liga Indonesia menjadi tim elit yang disegani lawan-lawannya. Di bawah kepengurusan M.R Kambu, Persipura diantaranya meraih gelar pada 2005, 2009 dan 2011.

0 komentar:
Posting Komentar