.

Ini Dia Salinan Diagnosa Penyebab Kematian Whitney Houston

Senin, Maret 26, 2012

Headline
Jurnaldunia.com - Simpang siur kabar penyebab meninggalnya pelantun lagu 'I Will Always Love You', Whitney Houston terungkap sudah.

Hasil otopsi yang dipublikasikan menyebutkan bahwa diva pop dunia tersebut meninggal karena tenggelam di bak mandi akibat efek penggunaan kokain dan penyakit jantung aterosklerotik.

Seperti dikutip Genius Beauty dan Fox News, selain kematian yang dipicu karena penyakit jantung dan mengkonsumsi kokain, penyelidikan juka menemukan jejak Xanax, ganja, Benadryl dan zat lain dalam tubuhnya.

Craig Harvey, Kepala L.A.’s County Coroner’s Office mengungkapkan sebenarnya, Whitney masih hidup ketika dirinya tenggelam. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat kokain tidak mematikan, tetapi dapat merupakan gangguan serius, serta kondisi hatinya.

"Whitney meninggal karena mengkonsumsi terlalu banyak kokain dan kemudian seragan jantung saat sedang berada di dalam air dan kemudian tenggelam.

Lantas, Apa sebenarnya penyakit jantung aterosklerotik, dan bagaimana kokain berkontribusi atas kematiannya?

Menurut National Heart Lung dan Darah Institute, penyakit jantung aterosklerotik adalah suatu kondisi berupa terjadi pengerasan plak di dinding arteri yang mengakibatkan pembuluh darah menyempit.

Arteri yang menyempit jelas akan membatasi aliran darah, yang kaya oksigen, ke jantung dan bagian tubuh lain. Kondisi inilah yang berpotensi memicu masalah serius, seperti serangan jantung, stroke, dan kematian.

"Pengerasan plak ini biasanya terjadi perlahan selama bertahun-tahun, karenanya kebanyakan penderitanya berusia tua," kata Dr Phil Ragno, direktur kesehatan jantung di Winthrop Hospital.

Menurut Ragno, selain pola makan yang buruk dan kurang olahraga, konsumsi alkohol, dan narkotika juga dapat memperburuk pengembangan penyakit jantung. Paparan narkotika secara berulang memicu jaringan parut di dinding arteri dan jantung.

Ragno menjelaskan, semakin banyak seseorang mengkonsumsi kokain, akan berperan meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan memicu pengerutan pembuluh darah sehingga menggangu suplai darah ke jantung.

"Itulah yang terjadi pada Whitney. karena banyaknya kokain yang dikonsumsi, membuat permintaan suplai darah meningkat, sementara pada saat yang sama terjadi gangguan suplai darah," jelas Ragno.

Sementara itu, Dr Nicholas Kardaras, spesialis kecanduan dan profesor klinis di Health Sciences Center of Stony Brook University, New York, menambahkan, meski sulit menyebut angka pecandu yang menderita masah jantung, namun penggunaan kokain memiliki pengaruh signifikan terhadap penyakit jantung.

"Jika Anda pecandu kronis kokain, tidak diragukan lagi Anda mengalami kerusakan jantung. Namun seberapa serius kondisinya tergantung faktor risiko lain, termasuk seberapa banyak kokain yang Anda konsumsi, dan sudah berapa lama menggunakan yang mengakibatkan kecanduan," tambah Kadaras.

(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation