Saking alotnya, pembahasan BBM tersebut ditunda hingga Senin, 26 Maret 2012 pukul 10.00 WIB. Penundaan disebabkan masih adanya dua fraksi yang menolak kenaikan harga BBM bersubsidi.
Pemerintah pun mengeluarkan berbagai jurus untuk meyakinkan politisi bahwa kenaikan harga BBM bersubsidi ditempuh agar uang subsidi tidak terbuang percuma.
"Padahal, subsidi selama ini dinikmati masyarakat berada," kata Menteri Keuangan, Agus Martowardojo dalam kesempatan rapat dengan Badan Anggaran DPR RI.
Seperti dikutip dari laman sosialisasi-bbm.wapesri.go.id, Senin, 26 Maret 2012, murahnya harga jual Premium dan Solar di Indonesia dibandingkan produk serupa dari negara lain, disebabkan pemerintah masih memberikan subsidi.
"Itu sebabnya, para penyelundup justru menikmati perbedaan harga ini serta merugikan keuangan negara dan kita semua," ungkap laporan Kementerian Sekretariat Negara RI, Sekretariat Wakil Presiden dalam buku "Subsidi BBM buat (si)Apa?"
Dari hasil perbandingan yang dibuat pemerintah, selama ini, harga BBM bersubsidi jenis Premium di Indonesia merupakan yang termurah di Asia. Bahkan, lebih murah dibandingkan BBM termurah yang banyak dipasarkan di Malaysia dan mendapatkan subsidi.
Pemerintah mengakui, terdapat perbedaan kualitas antara bensin yang dijual di Tanah Air dengan beberapa negara itu. Perbedaan terutama terletak pada bilangan oktan yang lebih tinggi, sehingga menghasilkan kualitas lebih baik.
Namun, jenis BBM di negara tetangga yang diperbandingkan itu adalah bensin berkualitas terendah yang tersedia di pasar, sama halnya dengan Premium di Indonesia.
Sebagai contoh, pemerintah Malaysia menjual BBM berkualitas terendah dengan kandungan oktan 95 seharga RM1,90 setara Rp5.753 per liter. Dengan kualitas sama, jenis BBM yang banyak dipasarkan di Malaysia itu setara dengan Pertamax Plus di Indonesia.
Mengingat harga jual yang tidak memperoleh subsidi pemerintah, Pertamax Plus saat ini dipasarkan pada harga Rp9.850 per liter untuk kawasan Jakarta dan Rp10.000 di wilayah Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok.
Begitu pula dengan jenis BBM yang banyak dipakai di Thailand dan Singapura yang masing-masing mengandung oktan 91 dan 92. Jenis BBM ini setara dengan Pertamax yang dijual di Indonesia dengan harga Rp9.650 per liter.
Berikut ini adalah perbandingan harga-harga bahan bakar setara Premium di Indonesia dan negara-negara ASEAN: (Nilai konversi menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada Maret 2012).
| Negara | Jenis BBM | Harga | Harga | Keterangan | ||
| Dalam Negeri | Konversi Rp | |||||
| Indonesia | RON 88 | Rp4.500 | Rp4.500 | Subsidi | ||
| Malaysia | RON 95 | RM1,90 | Rp5.753 | Subsidi | ||
| Thailand | Blue Gasoline 91 | Baht 41,51 | Rp12.453 | Tidak subsidi | ||
| Filipina | unleaded | P 56,50 | Rp12.147 | Tidak subsidi | ||
| Singapura | Grade 92 | S$2,150 | Rp15.695 | Tidak subsidi |
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)

0 komentar:
Posting Komentar