Selasa 27 Maret 2012, ustad yang lengkap mengenakan kopiah dan kaca mata hitam memimpin massa buruh membacakan Surat Yasin. Adapun massa itu terdiri dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Bandung, Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jabar, dan Serikat Buruh Sejahtera (SBSI) 1998.
Koordinator aksi Sidarta mengatakan, pembacaan Surat Yasin untuk mengingatkan pimpinan negara agar peduli kepada rakyat. "Kami sengaja membacakan Yasin serta Tahlil untuk menenangkan pikiran pimpinan negara agar jernih membawa negara ini ke arah yang lebih baik lagi," ungkap Sidarta.
Buruh di Bandung juga meminta wakil dari anggota DPRD dan Gubernur Jawa Barat keluar dan menyatakan penolakan terhadap kenaikan BBM.
Hingga satu jam lebih aksi demo ini berlangsung, situasi di depan Gedung Sate masih kondusif.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)

0 komentar:
Posting Komentar