Penelitian tersebut menyertakan 17 responden pria dan perempuan yang dibagi menjadi dua kelompok dengan keseluruhan waktu tidur yang berbeda. "Kami mencari tahu, apakah kekurangan waktu tidur bisa mengganggu hormon leptin dan grelin, yang berhubungan dengan nafsu makan. Apakah hal ini punya pengaruh terhadap peningkatan jumlah asupan seseorang dan energi yang mereka bakar lewat aktivitas," kata Virend Somers, profesor obat-obatan dan penyakit kardiovaskuler di Mayo Clinic.
Sepanjang penelitian, semua peserta diberikan kebebasan untuk makan apa pun yang mereka inginkan.
Setelah penelitian selama delapan minggu, ditemukan hasil yang sangat berbeda. Hasil studi menunjukkan, kelompok yang kekurangan waktu tidur cenderung mengkonsumsi makanan lebih banyak.
Menurut para peneliti, kelompok yang memiliki waktu lebih sedikit untuk tidur, akan memicu kecenderungan untuk makan lebih kuat, namun hal tersebut tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang membuat terbakarnya kalori. Sehingga makanan yang dikonsumsi akan berubah menjadi lemak yang mengendap dalam tubuh.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)

0 komentar:
Posting Komentar