.

Wah,Biksu Shaolin Jadi Dosen Kungfu di Stanford University Amerika Serikat

Selasa, Maret 13, 2012

Foto : Xinhua
Jurnaldunia.com - Kungfu Shaolin merambah ke dunia pendidikan Amerika Serikat. Sejak awal semester musim dingin pada 2011, ilmu seni bela diri asal negeri China ini menjadi sebuah kelas tersendiri di Stanford University.
Yang istimewa, kelas seni bela diri berusia ratusan tahun ini diajarkan langsung oleh biksu dari kuil Shaolin. Kelas kungfu Shaolin yang dijalankan oleh kampus swasta di California ini merupakan bagian dari rencana perbaikan kesehatan universitas.

Manajer program di Stanford Jie Li mengatakan, pembuatan kelas ini awalnya merupakan saran dari salah satu karyawan asal Sri Lanka. Kemudian, Li pun teringat kepada biksu Shaolin di USA Shaolin Temple dan akhirnya mengajak biksu di kuil tersebut agar mengajar di Stanford.

Pengajar kelas ini merupakan ahli kungfu Shaolin bernama Shi Yan, yang sudah 21 tahun belajar ilmu seni bela diri. Pria berusia 30 tahun ini belajar kungfu Shaolin sejak usia sembilan tahun di Songshan Shaolin Temple.

Dalam mengajar, Shi Yan juga menggandeng enam orang asistennya yang berusia mulai 17 hingga 27 tahun. Mereka merupakan biarawan di kuil Shaolin.

Pengajaran ilmu bela diri ini berlangsung di halaman School of Medicine selama satu jam tiap minggu. Secara praktis, kelas seni bela diri bertujuan agar para mahasiswa Stanford mencapai keseimbangan, serta kesehatan fisik dan mental.

Shi menjelaskan, kungfu Shaolin merupakan kombinasi dengan pemikiran Buddha. “Semangat kungfu Shaolin adalah kasih sayang, harmoni, kerja keras, toleransi, dan agresif. Selain untuk membela diri, kungfu Shaolin juga untuk meningkatkan kesehatan dan semangat,” jelasnya seperti dikutip dari Inside China, Selasa (13/3/2012).

Saat ini, menurut Li, animo untuk belajar seni bela diri, cukup tinggi. Karena itu, kelas ini akan dilangsungkan terus menerus. Salah satu staf di departemen biologi struktural, Xi Zelin, mengaku senang dengan adanya pelajaran baru ini. Meski lahir di Beijing, China, pada 30 tahun lalu, Xi tidak pernah bersinggungan dengan kungfu.

“Bahkan di China, sulit untuk mendapatkan kesempatan ini. Di bawah hangatnya sinar matahari California, kami belajar kungfu Shaolin dari profesor biksu,” jelasnya.

Saat dibuka pada musim dingin 2011, sebanyak 17 orang telah mendaftar. Sementara pada musim semi tahun ini, telah ada 22 orang yang mendaftar. Terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh mahasiswa yang ingin mendaftar program ini. Di antaranya, harus pernah belajar bela diri, terlepas berapa pun usia dan kemampuan yang dimiliki. Sementara untuk biaya pendaftaran dipatok sebesar 100 yuan.
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation