.

Wow,Selebritis Dibayar Ratusan Juta Rupiah Hanya Untuk Nonton Fashion Show

Jumat, Maret 16, 2012

img
Jurnaldunia.com - Pada beberapa fashion show, banyak desainer yang mengundang selebritis. Hal ini dilakukan agar pagelaran busana menarik perhatian masyarakat dan media. Ternyata, seleb yang datang bukan sebagai undangan biasa, melainkan dibayar oleh perusahaan mode tersebut.

Seorang desainer asal Inggris, Jeff Bank, mengungkapkan hal tersebut. Dipaparkannya, aksi 'mengundang artis' telah terjadi selama 25 tahun terakhir. Bank juga menjelaskan, membayar seleb merupakan sebuah strategi pemasaran.

"Jika artis datang ke suatu fashion show, acara akan banyak terekspos di media sehingga brand fashion tersebut mendapatkan tempat di benak masyarakat," ungkap Bank, seperti dikutip Daily Mail.

Pada akhir 90-an, beredar rumor kalau Nicole Kidman pernah dibayar 1 juta poundsterling untuk mengenakan Dior dalam berbagai acara besar yang dihadirinya. Bagaimana dengan selebriti lainnya?

Pada peragaan busana Chanel dalam Paris Fashion Week lalu tampak Katy Perry duduk di barisan paling depan. Kehadiran Katy ini tentu menjadi berita di seluruh dunia. Di sela kesibukan turnya yang padat, dia menyempatkan diri terbang ke Paris demi melihat fashion show Chanel. Apakah dia diundang sekaligus dibayar?

"Katy adalah klien. Tidak membahas klien adalah kebijakan perusahaan kami," ujar juru bicara Chanel yang tidak mau menjelaskan soal honor yang diberikan kepada Katy Perry.

Selain Katy, Rihanna juga pernah disebut-sebut menerima bayaran 60.000 poundsterling atau sekitar Rp 860 juta untuk menonton pagelaran busana. Sedangkan aktris dan juga desainer Chloe Sevigny mendapat honor sekitar 40.000 poudsterling atau sekitar Rp 573 juta.

Pengamat mode Imogen Edwards-Jones memaparkan ada tiga penyebab seleb diundang untuk duduk di barisan depan fashion show. “Dibayar, ingin diliput oleh media, atau teman si desainer," papar Imogen, penulis dari buku bestseller Fashion Babylon.

Ditambahkannya, seleb yang datang tidak melulu dibayar dengan uang, tapi kesepakatan bersama antara kedua belah pihak. Salah satu contohnya adalah bintang pop Lily Allen. Lily datang ke pergelaran Yves Saint Laurent. Kemudian, dibawa ke toko andalan mereka dan boleh mengambil apapun, mulai dari pakaian, tas, dan aksesori.

"Zaman semakin berubah, banyak label besar sudah dimiliki konglomerat multinasional. Pembayaran pun menjadi kesepakatan bisnis," ujar Imogen.

Para rumah mode rela mengeluarkan begitu banyak anggaran demi membayar seleb agar datang ke acara show mereka. Penyelanggara acara menganggap bahwa hal itu tidak memalukan, tapi merupakan suatu bisnis.

Kabar soal membayar selebriti untuk datang ke fashion show ini tentunya dibantah oleh para desainer. Mereka membantah memberikan honor pada para selebriti agar brand mereka cepat terkenal.

"Sangat tidak profesional. Saya belum pernah membayar seleb dan tidak akan melakukannya. Ini menjadi hal yang bodoh," kata Nicole Farhi, seorang desainer ternama dari London.

Desainer berumur 65 tahun itu menyebutkan bahwa membayar selebritis adalah hal yang buruk sekali. "Saya benci mengatakan ini, tapi hal ini memang menjijikan. Apa yang media angkat? bukan karya desainernya, tapi berita seleb yang hadir," tambah Farhi.
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation