Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, kemudian menjelaskan sebab terjadinya banjir. Menurut Sutopo, banjir disebabkan hilangnya daerah resapan.
Sutopo pun kemudian mencontohkan yang terjadi di Kali Pesanggrahan. Luas daerah aliran sungai Pesanggrahan sekitar 177 km persegi, dengan hulu di perumahan Budi Agung, Tanah Sereal Kota Bogor dan hilir bertemu dengan Cengkareng.
"Hampir 70 persen kawasan terbangun dari luas DAS-nya. Pemukiman padat sekitar 45 persen dari luas DAS tersebar di bagian hilir, mulai dari Kebayoran Lama, Kedoya dan Kebon Jeruk Jakarta Barat," kata Sutopo dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat, 6 April 2012.
Pembangunan di kawasan DAS pun tak sebanding dengan jumlah daerah resapan air. "Kawasan hijau hanya 7 persen dan tidak merata," ucapnya.
Selain itu, Sutopo pun mencontohkan yang terjadi dengan DAS Kali Angke. Hulunya di perumahan Yasmin Bogor kemudian melewati Parung, Bojonggede, Ciputat, Serpong, dan bermuara di Kali Mookevart.
"Hampir 60 persen dari luas DAS adalah pemukiman padat. Sisanya tegalan, lahan kosong, semak. Tidak ada hutan," ucapnya.
"Dengan kondisi tutupan lahan yang demikian maka hujan yang turun hampir 70 persen langsung menjadi limpasan permukaan," lanjutnya.
Buruknya drainase dan sungai pun memperburuk keadaan. Karena kapasitas debit sungai hanya mampu menampung 20 persen debit banjir yang ada.
"Adanya penyempitan dan pendangkalan sungai menyebabkan sekitar 80 persen debit sungai menjadi banjir yang menggenangi pemukiman," ucapnya. Ini pula yang menyebabkan terjadinya banjir.
Atasi Banjir
Menurut Sutopo, untuk mengatasi banjir di Kali Pesanggrahan dan sekitarnya, pemerintah telah mengalokasikan dana Rp2,3 triliun. Dana itu untuk normalisasi tiga sungai, yaitu Pesanggrahan, Angke, dan Sunter.
Pelaksanaan dilakukan tahun 2011 - 2014, dengan alokasi per tahun Rp600 miliar, yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemprov DKI Jakarta.
Tahun ini pun akan dilakukan normalisasi Kali Pesanggrahan sepanjang 8 km dan Kali Angke 6 km.
"Total normalisasi Kali Pesanggrahan 26,7 km dengan melebarkan sungai dari 10-15 meter pada saat ini menjadi 30-40 meter. Akibatnya debit sungai akan meningkat dari 30 m3/detik menjadi 220,3 m3/detik," tutur Sutopo.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)

0 komentar:
Posting Komentar