.

Ternyata Lagu Iwak Peyek Tercipta Saat Lapar

Minggu, April 08, 2012

foto
Jurnaldunia.com - Lagu berjudul Iwak Peyek yang tengah ngetren akhir-akhir ini ternyata tercipta dalam kondisi lapar. Imron, pencipta lagu tersebut mengisahkan, pada 2009 dia dan ribuan Bonek -julukan suporter Persebaya Surabaya- ramai-ramai mendukung tim kesayangannya melakoni laga play off di Stadion Siliwangi, Bandung. Persebaya dengan pelatih Aji Santoso menghadapi PSMS Medan yang dibesut pelatih senior Rudy William Keltjes.

Bonek yang terus-terusan bernyanyi di tribun ekonomi mulai kepayahan. Hampir semua Bonek, termasuk Imron, sudah berat berteriak karena perut kosong. Imron kemudian memisahkan diri dari barisan dan bersandar pada tembok stadion. "Saya berdo'a, ya Allah andaikata dalam kondisi seperti ini ada iwak peyek dan sego (nasi) jagung alangkah nikmatnya," kata Imron, Kamis, 5 April 2012.

Sambil menahan perut yang makin melilit, Bonek 47 tahun warga Jalan Ngagel Bagong Tambangan Surabaya itu merangkai-rangkai kalimat. Idenya adalah teman-temannya sesama Bonek yang sangat militan mendukung Persebaya. Akhirnya ketemulah kata-kata: "Iwak peyek sego jagung, sampek elek, sampek tuwek, sampek matek tetap didukung." Kala itu, ujar Imron, kalimat itu masih berupa syair dan belum berbentuk lagu.

Iwak Peyek -- sebenarnya adalah bahasa lain dari lauk peyek (kerupuk) asal Jawa. Isinya bisa teri, bisa kacang kedele dan biasanya dimakan dengan nasi dari jagung. Di Surabaya, kata Imron, nasi jagung dengan lauk seadanya, plus kerupuk kedele, bisa ditemukan di pasar dan kaki lima. "Itu representasi kelaparan rakyat jelata" ujarnya.

Pulang dari Bandung Imron dipanggil Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Surabaya, Komisaris Besar Ike Edwin. Imron diminta mengumpulkan Bonek untuk memeriahkan turnamen bola voli antar kepolisian sektor se-Surabaya dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan RI. Saat berkumpul dengan teman-temannya itulah Imron memperkenalkan syair lagu yang dia ciptakan. "Kemudian lagunya kami otak-atik dan akhirnya jadi seperti sekarang ini," kata ayah dua anak ini.

Sebagai refreinnya, Imron menambahkan kata-kata: "Persebaya jago, Persebaya jago, laine embuh." Setelah itu Iwak Peyek seolah menjadi lagu wajib Bonek di stadion. Namun syair pada akhir refrein sering diubah bila Bonek jengkel karena timnya kalah. Syair itu diganti "lawannya bego" atau menyebut nama tim lawan dipadu dengan umpatan khas Surabaya.

Imron senang karena lagu yang dia ciptakan secara iseng itu kini populer. Tak hanya menjadi lagu lintas suporter, namun juga dinyanyikan oleh vokalis Orkes Melayu Sagita, Eny Sagita dan Wiwik Sagita. Belakangan lagu tersebut juga dinyanyikan oleh Trio Macan. "Saya ingin lagu itu menjadi pemersatu semua suporter yang masih berseteru," kata Imron yang juga pedagang besi tua ini.

(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation