Psikolog Adrian Aguilera merawat pasien Amerika Latin berpendapatan rendah yang menderita depresi dan gangguan mental. Menurut Aguilera, pasiennya lebih merasa terhubung dan diperhatikan ketika menerima SMS yang menanyakan kabar mereka hari itu dan meminta mereka minum obat.
Proyek intervensi SMS ini berawal dari ide Aguilera dengan bantuan psikolog Universitas California San Fransisco, Ricardo Munoz pada 2010. Pasien Aguilera dikirimkan SMS otomatis harian yang memancing mereka untuk memikirkan mood mereka hari itu dan merespon interaksi positif serta negatif.
"Ketika saya berada dalam situasi yang sulit dan menerima SMS, saya merasa lebih baik. Saya merasa dipedulikan dan didukung. Mood saya pun membaik," ujar pasien terapi Aguilera di Rumah Sakit San Fransisco.
Respon pasien menunjukkan manusia membutuhkan kontak reguler dan pengecekan kesehatan mental oleh profesional. Kendati melalui teknologi yang otomatis sekalipun. Program Aguilera ini dipublikasikan pada jurnal Professional Psychology: Research and Practice dan menerima dana US$75 ribu dari Yayasan Robert Wood Johnson.
"Kami memanfaatkan teknologi yang digunakan orang dalam kehidupan mereka sehari-hari untuk meningkatkan kesehatan mental pada pasien yang berpenghasilan rendah dan kurang terlayani masyarakat," ujar Aguilera.
Sebanyak 75 persen pasiennya meminta layanan SMS ini diteruskan. "Hidup saya begitu kacau. Saya perlu diingatkan untuk memikirkan perasaan saya," ujar pasien Aguilera.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)

0 komentar:
Posting Komentar