Peristiwa itu terjadi pada Minggu pagi. Sekitar pukul 08.30 WIT. Saat itu, pesawat Trigana dengan nomor registrasi PK-YRS yang terbang dari Nabire hendak mendarat di Bandara Mulia.
Tiba-tiba, pesawat itu diberondong tembakan dari arah yang tak diketahui. Sejumlah peluru menembus badan pesawat. Serpihan peluru menyasar penumpang. Pesawat mendarat dengan tidak sempurna. Lantas berhenti setelah menabrak bangunan di samping bandara.
Satu orang tewas atas nama Leiron Kogoya. Wartawan Papua Pos itu terkena peluru di bagian leher. Beby Astek (kapten pilot, 40 tahun) terkena serpihan di mata kaki kiri, Willy Resubun (kopilot, 30 tahun) terkena serpihan di jari tangan kanan.
Sementara itu, dua penumpang, Pako Korwa (anak-anak, 4 tahun) terkena serpihan di jari tangan kiri, sedangkan Yanti Korwa (ibu rumah tangga, 30 tahun) terkena serpihan di lengan kanan.
Pada Minggu sore, Beby dan Willy telah dievakuasi ke Jayapura. Mereka dirawat di RS Dian Harapan. Saat tiba di Bandara Sentani, mereka disambut oleh teman-temanya.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)

0 komentar:
Posting Komentar