.

Wow,Bandar Narkotika Indonesia Raup Rp 30 Triliun Per Tahun

Jumat, April 06, 2012

Jurnaldunia.com - Jaringan pengedar narkotika di Indonesia mendapatkan rata-rata Rp 30 triliun per tahun. Sebagian besar dana itu mengalir ke luar negeri.

Direktur Penindakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Benny Mamoto mengatakan, kerugian akibat narkotika di Indonesia mencapai Rp 50 triliun per tahun. Sebanyak Rp 30 triliun di antaranya dihabiskan untuk membeli narkotika.

"Kerugian lain berupa biaya rehabilitasi korban, baik medis maupun sosial. Ada pula kerugian berupa kehilangan potensi penghasilan karena pengguna tidak produktif," ujarnya, Jumat (6/4) di Batam, Kepulauan Riau.

Mayoritas dana pembelian narkotika dikirim ke luar negeri. Sebab selama ini jaringan peredaran narkotika di Indonesia dikendalikan sindikat di luar negeri.

Karena itu, BNN tidak hanya menangkap para pelaku saja. BNN berupaya membekukan aset dan menghentikan aliran dana para pelaku. "Rekeningnya diblokir dan dibawa ke pengadilan agar bisa disita," ujarnya.

BNN berharap semua pihak bekerja sama memberantas narkotika. Operasi-operasi BNN selayaknya didukung dan diberi kemudahan. "Operasi BNN sangat membutuhkan kerahasiaan dan pendadakan agar tidak bocor. Kalau bocor, sasaran bisa menghilangkan barang bukti," tuturnya.

(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright jurnaldunia.com Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan 2011-2013 | Design by Bagus F | Support by Bagus International Corporation