Kepala Bidang Lalu Lintas DLLAJ Kota Bogor Teddy Setiadi mengatakan, secara teknis pihaknya tidak ada kesulitan untuk memenuhi kebutuhan papan nama beraksara Sunda. "Tidak masalah. Kalau sudah berlaku akan kami buatkan papan namanya," kata dia.
Bahkan, Teddy menyatakan pemberian nama dengan aksara Sunda telah dilakukan di Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan. Ia juga mengakui ada kesalahan penulisan aksara Sunda dalam papan nama jalan tersebut. "Kalau memang salah, kami minta dikoreksi oleh pihak yang berkompeten. Kami akan ganti secepatnya," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor Yanyan Rusmana mengatakan, Bahasa Sunda kini makin jarang digunakan dalam aktivitas sehari-hari masyarakat. Bahasa itu kini hanya digunakan dalam ruang-ruang kelas formal di sekolah dasar atau sekolah menengah pertama.
"Kita pantas khawatir," kata dia, HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar