"Untuk konsumsi PLN di TL misalnya, kita harus memasok 2 ratus ribu liter perbulan dengan harga industri," ujar General Manager Fuel Retail Marketing Regional V PT Pertamina, Afandi, saat ditemui di Denpasar, Selasa (10/4).
Menurut Afandi, jumlah stok tersebut sudah merupakan jumlah pasokan 20 persen stok untuk kebutuhan luar negeri dari Indonesia. Untuk harga satuan di TL adalah 1,15 dolar amerika atau sekitar Rp 10 ribu rupiah perliter.
"Masyarakat di TL tidak menggunakan harga subsidi seperti di Indonesia. Mereka menggunakan harga sesuai standar harga minyak dunia," ujarnya.
Karena itu, pasokan ke Timor Leste selalu lancar dan rutin agar bisa bersaing dengan industri migas lainnya yang juga masuk Timor Leste.
Afandi juga menjelaskan soal maraknya penyelundupan di daerah perbatasan antara Indonesia dan TL.
"Biasanya penyelundupan tersebut dilakukan melalui jalur tikus, menggunakan jeriken-jeriken dan sebagainya. Kita berharap pihak berwenang bisa memperketat wilayah perbatasan agar penyelundupan bisa diminimalisasi," ujarnya.
Dalam waktu dekat, Pertamina akan membangun SPBU nonsubsidi yang akan ditempatkan di wilayah perbatasan untuk melayani wilayah perbatasan. Tujuannya agar BBM yang dipasok ke Timor Leste adalah BBM yang nonsubsidi.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)

0 komentar:
Posting Komentar