Kepala Direktur DVI Indonesia, Kombes Pol Anton Castilani mengatakan, lemari tersebut untuk menyimpan body parts jenazah agar tak terjadi pembusukan.
"Lemari yang sudah ada sudah tak cukup kapasitasnya, jadi kita datangkan lagi," ujarnya di RS Polri, Bhayangkara, Selasa (15/5/2012).
Kontainer berwana putih tersebut datang pukul 16.30 sore tadi. Dengan menggunakan dua forklift, kontainer pendingin tersebut dibawa ke unit post mortem yang berada di gedung forensik Rumah Sakit Polri.
Proses identifikasi body parts korban pesawat Sukhoi Superjet 100 hingga kini masih berlangsung. Hari ini total kantong jenazah yang dievakuasi ke Jakarta sebanyak 29, di mana 5 diantaranya berisi barang-barang korban.
Tim forensik telah merekapitulasi data post mortem, yaitu DNA, selanjutnya sampel DNA tersebut akan dikirim ke laboratorium Mabes Polri untuk diidentifikasi dan dicocokan dengan data ante mortem yang diambil dari keluarga korban.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar