"Tak hanya kebiasaannya, namun seluruh karakternya mulai berubah. Dari yang sebelumnya ceria dan senang olahraga, Charlie jadi moody, hilang selera makan dan tidak tidur semalaman. Dia mulai benci dirinya dan hobi menggambar kartun porno," tukas sang ibu.
Ibu yang tak disebut namanya itu menuturkan kisahnya pada media Daily Mail di Inggris. Pemerintah di Inggris saat ini memang sedang mempertimbangkan mekanisme yang tepat untuk melindungi anak-anak dari bahaya pornografi online. Sebab, makin banyak anak di sana hobi akses porno.
"Seorang anak 11 tahun bisa mengakses website yang menampilkan semua perbuatan yang tidak wajar. Padahal pornografi yang ada saat ini sungguh kotor dan tidak bisa dideskripsikan dengan kata," tulis sang ibu.
Sang ibu shock menemukan banyak konten porno di komputer Charlie. Beberapa di antaranya tampak sadis dan membuat para wanita dieksploitasi habis-habisan.
"Hal ini membuatku mual karena memikirkan Charlie dan jutaan teman sebayanya mungkin akan memperlakukan wanita seperti para wanita di film porno," imbuh si ibu. Saat ini, Charlie sedang dalam bimbingan konseling untuk mengobati kecanduan pornonya.
Sejak tahun 2010, pemerintah Inggris sedang mencari cara untuk memblokir pornografi sehingga tidak bisa diakses anak-anak. Salah satu proposalnya adalah membuat sistem di mana website pornografi otomatis terblokir kecuali user meminta untuk membukanya dan bisa membuktikan bahwa mereka sudah berusia di atas 18 tahun.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar