Matinya gajah ini disesalkan para aktivis lingkungan. Sebab, jumlah populasinya di alam liar saat ini tersisa kurang dari 3 ribu ekor. Tanpa adanya upaya perlindungan tegas, gajah Sumatera diperkirakan punah dalam waktu kurang dari tiga dekade.
Mukhtar, aktivis organisasi konservasi satwa Fauna-Flora International, mengatakan gajah berumur 18 tahun itu sebenarnya masih sekarat saat ditemukan Senin lalu. Namun upaya pengobatan yang ia berikan ternyata tidak berhasil menyelamatkan nyawa gajah betina tersebut.
Ia mengatakan, peracunan gajah bukanlah kejadian baru di Aceh. Raibnya hutan akibat penebangan liar memicu gajah-gajah mencari daerah baru untuk menemukan makanan. Tak jarang mereka mendatangi permukiman dan kebun milik warga.
Warga yang merasa terganggu dan berusaha melindungi kebun terkadang sengaja memasang buah sebagai perangkap. Buah-buah yang menjadi makanan kesukaan gajah ini sebelumnya diracun sianida.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar