Diketahui cairan limbah yang terkandung dalam injeksi tersebut adalah zat beracun, termasuk bakteri E. coli. Akibat dari suntikkan tersebut, anak tersebut mengalami septicaemia atau keracunan pada darahnya.
Dilansir Emirates247, Rabu (30/5/2012), Daily Mail melaporkan, meski kondisinya cukup kritis dan anak tersebut menderita septicaemia, tetapi dokter mampu menyelamatkannya. Kabarnya, wanita berusia 39 tahun tersebut mengalami depresi serta terpengaruh oleh alkohol.
Wanita tersebut tidak hanya terhindar dari jeratan hukum atau penjara karena berada dalam kondisi mabuk atau hilangnya akal sehat, tetapi juga membutuhkan pertolongan. Hakim di Maidstone Crown Court mengatakan, anak kecil itu selamat meski seharusnya wanita itu tidak perlu membuatnya menderita.
Pelaku merasa bahwa dirinya memang lebih membutuhkan rehabilitasi ketimbang berada di dalam penjara. Senada dengan hal tersebut, hakim tetap mempertahankan keputusannya dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk melindungi masyarakat serta kebutuhan untuk rehabilitasi.
Dari Wikipedia, Escherichia coli atau biasa disingkat E. coli adalah salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif. Pada umumnya, bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini dapat ditemukan dalam usus besar manusia.
Kebanyakan E. Coli tidak berbahaya, tetapi beberapa bakteri seperti E. Coli tipe O157:H7 dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia yaitu diare berdarah karena eksotoksin (racun yang berasal dari luar tubuh).
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar