"Yang lama, itu transkrip dari suara ke tulisan, harus ada penerjemah dari Rusia ke Inggris lalu ke Indonesia. Ini (CVR) hanya merekam suara-suara di kokpit," jelas Investigator In Charge (IIC) untuk Sukhoi Superjet 100 Mardjono Siswo Suwarno.
Mardjono mengharapkan pembacaan CVR ini paling lama seminggu. Bila CVR dan FDR berhasil dibaca, nanti bisa dibandingkan dan dianalisa.
"Nanti langkah selanjutnya dua-duanya terbaca nanti kita sinkronkan," jelas guru besar Teknik Penerbangan ITB ini.
Sebelumnya dalam kunjungan ke laboratorium pembacaan black box di KNKT, investigator dan analis black box Nugroho Budi mengatakan bahwa di CVR ada 4 chanel. Chanel 1 terhubung dengan pengeras suara yang biasa digunakan pramugari kepada penumpang. Chanel 2 dari kokpit, chanel 3 dari pilot yang terhubung dengan air traffic controller (ATC), dan chanel 4 merekam seputar kokpit (misalnya mesin yang berisik atau hujan). Singkatnya CVR adalah perekam yang dihubungkan dengan sistem audio.
Sukhoi Superjet 100 ini diawaki oleh warga negara Rusia yang dipimpin pilot senior Alexander Yablontsev.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar