"Informasi yang disajikan bukan berbentuk kabar mempertakut, namun lebih mengarah pada kesiapsiagaan masyarakat," kata Edie Nugroho dari KPSI, seperti dikutip dari rilis yang diterima .
Dalam presentasinya, Edie Nugroho dan Hendra Cipta dari KPSI mengungkapkan bahwa selama ini anggota KPSI telah mempublikasikan aktivitas seismik di wilayah Indonesia. Terutama, yang mengalami kenaikan aktivitas sebagai salah satu bentuk peringatan dini di wilayah potensi gempa.
Kepada Andi Arief, KPSI memberikan bahan tertulis hasil kajian yang mereka lakukan meliputi pola kegempaan secara global dan yang akan terjadi di wilayah Indonesia. Terdapat kajian seperti "Analisis Kegempaan Sumatera" oleh Nuskan Syarif, "Analisis Magnetometer" oleh Hendra Cipta, "Analisis Gempa Bumi Siberut" oleh Iwan Rakelta, dan "Spot Awan Elektromagnet" yang ditulis oleh Dedi Roshadi.
Dalam pertemuan itu juga dilakukan demonstrasi alat sensor seismic portable yang dibuat secara mandiri oleh Yudi Hernawan Anggrianto dari KPSI, seorang mahasiswa dari Yogyakarta. Sensor seismik yang diberi nama "Waspada Meter" itu dibuat untuk mengantisipasi bencana seperti kondisi Gunung Merapi Yogyakarta 2010 saat bergejolak.
(Jurnaldunia.com - Situs Berita Online Internasional Tercepat Mengabarkan)
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
HOT INFO : Pasang Iklan Di Jurnaldunia.com Hanya Rp. 100 Ribu / Bulan Juga Dapat Bonus Gratis 2 Bulan Serta Iklan Anda Akan Kami Sebar Ke 50 Situs Iklan Baris
Hubungi Marketing Kami :
- Email : info@jurnaldunia.com
- HP : 085334315005 (Telp./SMS)

0 komentar:
Posting Komentar